Yang nanya Ahmad Dani mana, noh dia lagi sibuk nulis caption sepanjang jalan kenangan.
Point dari captionnya :
🔰 Dani mentalak 3 bunda Maia karena ketauan selingkuh dengan pemilik TV swasta
🔰 Biar gak ketauan, bunda Maia dan pemilik TV swasta bikin konten bahwa Dani lah yang selingkuh dengan Mulan. Dan bikin narasi gak dibolehin ketemu sama anak-anak sampe lompat pagar, bikin drama dan laporan KDRT palsu
🔰Mahkamah Agung memutuskan hak asuh jatuh ke Dani karena MA gak mengabulkan gugatan bunda Maia karena jatohnya bunda Maia yang selingkuh
🔰Istri dari pemilik TV swasta tau kalo suaminya selingkuh, makanya bunda Maia di blacklist gak boleh tampil di TV tsb
So, kalian lebih percaya cerita siapa⁉️
Guys, Maia Estianty baru ngomong sesuatu
yang menurut gua adalah salah satu
jawaban paling jujur dan paling tidak basa-basi yang pernah keluar dari mulut selebritis Indonesia soal uang dan kerja.
Dia ditanya sudah kaya raya,
suami tajir
anak-anak sukses semua,
kenapa masih ngejer cuan
sampai live shopping tiap hari?
Jawabannya simpel banget tapi sangat dalam.
Dia bilang yang dia takutin
di dunia ini cuma satu hal.
Bukan tua.
Bukan sakit.
Bukan ditinggal orang.
Tapi tidak punya uang.
Itu satu-satunya hal yang genuinely bikin dia takut. Dan dari rasa takut itulah seluruh etos kerjanya lahir bukan karena butuh, tapi karena kecintaan terhadap proses menghasilkan sesuatu dari dirinya sendiri itu tidak bisa digantikan oleh uang dari siapapun termasuk dari suami yang sekaya apapun.
Dan ini yang paling menarik.
Maia bilang kalau Mas Irwan melarang dia kerja dia bilang dengan sangat santai mendingan gua cari yang lain daripada harus berhenti kerja.
Bukan gertakan.
Tapi pernyataan tentang identitas.
Kerja baginya bukan soal finansial.
Kerja adalah cara dia membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa dia capable. Bahwa pencapaiannya adalah miliknya bukan pemberian siapapun.
Ini yang bikin pola hidupnya sangat berbeda dari ekspektasi orang tentang istri orang kaya.
Perawatan ratusan juta per bulan?
Tidak ada.
Shopping tiap bulan?
Hampir tidak pernah.
Tas mewah?
Tidak tertarik.
Maia bilang kalau sepatu masih bisa dipakai dia tidak akan beli yang baru.
Kalau pakaian sudah ada dari suami dia tidak belanja.
Dan kesenangan terbesarnya setiap hari adalah jajan makanan via ojek online. Itu saja.
Tapi di sisi lain dia adalah orang yang kalau dapat uang langsung putar lagi ke usaha.
Filosofinya sangat jelas uang harus bekerja untuk mencari uang.
Bukan disimpan diam di deposito.
Bukan ditaruh di saham atau kripto yang pernah dia coba dan hasilnya rungkat semua.
Tapi diputar di bisnis yang dia pegang sendiri
dia kontrol sendiri
dia pahami dari dalam sampai luar.
Dan dia bilang satu kalimat tentang orang-orang sukses yang dia temui di atas usianya yang menurut gua adalah kalimat paling tepat untuk menggambarkan mentalitas orang yang benar-benar kaya bukan hanya secara finansial.
Dia bilang semua orang sukses yang dia kenal yang uangnya sudah cukup untuk tujuh turunan tetap datang ke kantor.
Tetap mau kerja.
Bukan karena butuh uangnya.
Tapi karena sudah tidak bisa tidak kerja.
Kerja sudah jadi bagian dari cara mereka bernafas.
Dan di umur 50 tahun Maia bilang dia tidak punya batas produktif.
Sampai menutup mata.
Karena baginya diam itu bukan istirahat diam itu stres.
Intinya guys orang yang benar-benar tidak takut miskin bukan yang sudah punya banyak dan santai-santai.
Justru yang paling tidak takut miskin adalah yang sudah terlalu terlatih untuk tidak bisa berhenti menghasilkan.
Dan itu bukan tentang keserakahan. Itu tentang identitas.
once i went to giias back in 2023, the bmw salesman still sends me promotions up until today every once in a while tho i never replied nor buy something from him. yet, ive planted it in my mind if one day im gonna purchase ill for sure through him!
Sebagai sesama sales, follow up itu maks sehari sekali aja deh. 🥲 Mana dikontak pake nomer lainnya juga selain ini.
Bukan soal "Yaelah tinggal bales dari awal sebelum dia FU terus" tapi the truest salesmanship itu bukan work harder, but work smarter.
Gila sih, ini bener-bener plot twist paling insane di industri tech tahun ini.
✨Bayangin, perusahaan sekelas Anthropic yang bangun Claude yang notabene saingan berat OpenAI malah kena blunder yang sifatnya human error banget cuy ckckck
Nih, gue ceritain kronologinya biar lo tetep update tapi nggak pusing sama istilah teknisnya:
1. The 4 AM Blunder
Jadi jam 4 pagi, tim Anthropic nge-push update buat tool mereka namanya Claude Code. Eh, ada satu file buat debugging (buat nyari error) yang lupa dihapus dan ikut ke-upload. Masalahnya, file itu isinya 512.000 baris kode rahasia mereka. Itu ibarat lo nggak sengaja nge-share resep rahasia Krabby Patty ke grup WhatsApp komplek.
2. Viral dalam Itungan Menit
Ada researcher namanya Chaofan Shou nemuin file ini, terus langsung di-post di X (Twitter). Dan Boom! 21 juta orang ngelihat. Sebelum tim Anthropic bangun tidur dan sadar kalau mereka "telanjang" di internet, kode itu udah di-downloaddan di-copy ribuan orang ke mana-mana.
3. The "Genius" Move dari Korea
Pas Anthropic mulai panik dan kirim surat ancaman (DMCA takedown) ke mana-mana buat hapus kodenya, muncul seorang developer dari Korea namanya Sigrid Jin. Dia ini user Claude paling loyal sedunia (katanya pake 25 miliar token setahun!).
Karena takut kena masalah hukum tapi pengen kodenya tetep ada, dia ngelakuin hal paling mad lad:
✅Dia nulis ulang seluruh kode itu pakai bahasa pemrograman Python dari awal sebelum matahari terbit.
✅Logikanya gini: Kalau lo cuma copy-paste, itu melanggar hak cipta. Tapi kalau lo tulis ulang pakai bahasa lain dengan gaya lo sendiri, itu dihitung karya kreatif baru. Jadi tim legal Anthropic nggak bisa nyentuh dia!
4. Bintang Baru di GitHub
Proyek "re-write" dia yang dinamain claw-code langsung meledak. Cuma dalam waktu singkat, dapet puluhan ribu starsdi GitHub (ini kayak dapet jutaan likes tapi buat anak koding). Dia bahkan nulis ulang lagi pake bahasa Rust biar makin kenceng performanya.
5. Permanen dan "Undercover" Fail
Sekarang kodenya udah di-upload ke platform decentralized yang nggak bisa dihapus sama siapa pun. Basically, rahasia dapur Anthropic udah jadi milik publik selamanya.
Stay Ciakakakaka😁😁
My monthly cost of living in Indonesia 🇮🇩
🏡 Rp. 3.300k for house rent, Rp. 4.000k utilities per month
🚗 Rp. 900k for rides
🥗 Rp. 2.700k for food
🐱 Rp. 1.000k for my cats
📦 Rp. 500k for whatever else
✈️ Rp. 0 too broke for any kind travel
Total: 12.400k / month
@rohmat1779@ganeeeng kalo ke turki mending ambil tunai di turkinya and ratenya gabeda jauh dari xe kakkk atau nuker sama org indo di turki dapet rate asli 387
@bardanslm aku pernah ngalamin belanja di UK pake jago yg seharusnya 8jt sekian hanya ketarik 80ribu, 5 bulan kemudian ditagih2 disuruh bayar sisanya, aku made sure sm outlet dan mrk blg gaada outstanding payment. akhirnya keluarin pasal2 ojk dan ga disuruh bayar lg🤣
i live in the country where poverty is banned
in my 10 years in switzerland, i have seen less than 5 homeless people. once i ordered the new iphone by mail, it didn't fit into the mailbox so the mail man just put it on top of the box and it was there all day until i saw it in the evening and grabbed it. the city i live in has so much tax money that they just built and artificial beach and a outdoor swimming pool for the public. sounds normal right? well, they built the outdoor swimming pool 200 meters NEXT TO THE OTHER LUXURIOUS, FREE SWIMMING POOL so now we have two next to each other
there are several reasons why switzerland works well. one of them are the people. swiss people are very diligent, detail oriented and conscientious. that's why all luxury watch brands are from switzerland, no one else has the discipline to do this - especially 100 years ago
another reason is extremely low immigration. switzerland makes it very hard for you to immigrate. my foreign co-founder paid over $4 million in taxes to the country in 2022 alone and isn't even allowed to stay here unless he has a job. you need to live in the same district in the same city for 10 years to be allowed to apply for citizenship and then the citizenship test is so hard anyone with sub 100 iq would fail
lastly, and i think this is super important: switzerland is small, only 8 mil people. it is much easier to manage a small country just like it's easier to manage a smaller company and there are far less inefficiencies and money waste. that's why i also think that countries should divide themselves up into smaller areas of max 10 mil people and completely govern themselves