Ayah meninggal di meja operasi jam 06.47, keluarga baru diberitahu jam 10.30.
Operasinya dijadwalkan subuh karena antrean ruang operasi penuh. Keluarga sudah di ruang tunggu sejak jam lima pagi.
Kartu antrean administrasi tercatat: pendaftaran jam 06.14, nama pasien, nomor rekam medis, nama penanggung jawab.
Kartu antrean itu seharusnya jadi penanda bahwa ada keluarga yang menunggu dan perlu dihubungi.
Dokter jaga yang menangani operasi mencatat waktu kematian di rekam medis: 06.47. Shift-nya berakhir jam 07.00. Dia pulang.
Catatan serah terima shift tidak menyebutkan bahwa ada keluarga pasien yang belum diberitahu. Dokter pengganti baru membaca rekam medis jam 10.15.
Selama tiga jam empat puluh tiga menit, keluarga duduk di ruang tunggu. Ibu menyiapkan baju ganti dan termos bubur.
Tidak ada perawat atau petugas administrasi yang keluar menyampaikan kabar.
Rumah sakit menyampaikan permintaan maaf secara lisan. Bukan surat, bukan penjelasan tertulis soal jeda tiga jam itu.
Prosedur serah terima shift dikatakan "akan dievaluasi."
Kartu antrean nomor 0003 ada di dompet ibu. Terlipat dua, di belakang foto ayah.
cc : mdsep07