barangkali di situlah letak gentarku, aku takut mereka tak hanya membaca bagian-bagian yang indah, tetapi juga menemukan halaman-halaman yang penuh coretan, cacat, dan segala keburukan yang selama ini kusimpan rapat.
mendapat teman membaca adalah harap yang kusimpan diam-diam. namun, sebelum seseorang memahami buku yang kubaca, aku harus lebih dulu membuka lembar demi lembar tentang diriku sendiri.
kadang heran sama orang yang masih hobi ngerate cewek. udah dibilang berkali-kali itu ga lucu, tetep aja lanjut dengan alesan "cuma bercanda" atau "biar deket sama yang lain". emang kedekatan harus dibangun dari ngerendahin orang ya?