é assustador pensar que a mesma pessoa pode ser tratada de uma forma completamente diferente só porque passou a se encaixar no que a escola considera bonita
pernah dikasih tau kalo melatih empati itu dimulai dari regulasi emosi sendiri, misal kalo waktunya sedih ya rasain sedihnya. try to sit with those unpleasant emotions, dengan acknowledging those emotions kita bisa noticing > understanding > responding
I highly recommend her video on autistic women. She analyses female social dynamics with precision and expertise. The reason: She had to compensate for her lack of intuitive understanding of female socialisation and social cues by understanding them in a conceptual (almost scientific manner) in order to navigate the world of female social dynamics.
I.e. a lot of the social dynamics are completely unspoken, disappointment and expectations are only indirectly expressed, and her lack of understanding was interpreted as hostility. Other women were hell for her. She says that being attractive makes it worse: there's an expectation that she must be socially competent and if she isn't, it's arrogance. Men are also forgiven more easily for missing the social cues because they're just men, and there's no expectation that they'd "get it".
Autistic women likely have no issue with men or finding relationships, but they have many issues with female friends. Autistic men have the opposite problem.
Buku sama, cara pikirnya bisa berbeda.
Trauma sama, cara menghadapinya bisa berbeda.
Lingkungan sama, cara berpikirnya pun bisa beda.
Kompilasi buku, trauma, lingkungan yg sama, action-nya pun bisa beda.
bunun gerçekten bi açıklaması var bu arada
gökyüzü amerika’da daha büyük değil. değişen şey gökyüzünün gözünün önünde kapladığı alan
şehircilikte buna sky view factor deniyor. bulunduğun noktadan yukarı baktığında gökyüzü kubbesinin ne kadarını bina, ağaç, duvar falan kapatmadan görebildiğini ölçüyorlar. değer yükseldikçe bulunduğun yer daha açık hissediliyor.
mesela yüksek ve birbirine yakın binaların olduğu bi sokakta gökyüzünü yukarıda ince bi şerit halinde görüyorsun. önünde sürekli cephe, balkon, ağaç, tabela gibi yakın referanslar var
ama videodaki gibi daha açık bi yerde bu sınırlar çekiliyor. ufuk daha uzağa gidiyor, binalar görüş alanını kesmiyor ve gökyüzü görüntünün çok daha büyük kısmını kaplıyor. yüksek sky view factor’ın insanların mekanı daha açık ve daha az çevrelenmiş algılamasıyla ilişkisi de çalışmalarda ölçülmüş.
o yüzden kadının dediği “gökyüzü inanılmaz büyük geliyor” hissi tamamen uydurma değil
gökyüzü büyümüyor, önündeki dünya gökyüzünü daha az kapatıyor…
Guys yg bingung mau busana apa tahun brp COBA CEK KOLEKSI DIGITAL LEIDEN UNI DEH💥
W lg nyari pk keyword "Chinese" "Indonesia" "Woman" aj nemu baju2 yg gk pernah w liat sebelumny bahkan gk kepikiran itu dipake chindo🤯
Ayola kita ambil balik resources (arsip) dr penjajah kita🔥
i hate hateee the idea kenapa semuanya harus punya exposure. twibbon kampus, ngonten keseharian, kayak ada lho orang yg cuma mau dikenal karya tanpa harus nunjukin identitas. privacy is an expensive thing to have when everyone wants to be known
OP ini ngomongin soal gimana kemiskinan orang tua bisa ikut memengaruhi kondisi emosional anak dan cara anak melihat dirinya sendiri.
Anak yang dari kecil terus dengar “nggak punya uang”, “nggak mampu”, atau melihat orang tuanya selalu khawatir soal uang, lama-lama bisa terbiasa menekan keinginannya sendiri. Jadi takut meminta sesuatu, merasa bersalah ketika menginginkan sesuatu, bahkan bisa tumbuh dengan pikiran bahwa dirinya nggak boleh punya mimpi yang terlalu besar karena takut membebani orang tua.
“Yang penting hatinya nggak miskin,” katanya. Tapi kalau kondisi ekonomi memang serba kekurangan, sulit juga untuk merasa tenang dan berkecukupan secara batin.
Apalagi kalau orang tua justru merasa iri atau gak terima ketika anaknya mendapatkan makanan enak, pakaian bagus, atau sesuatu yang nggak bisa mereka berikan. Harusnya orang tua senang melihat anaknya mendapatkan hal-hal baik, bukan malah membuat anak merasa bersalah karena menikmatinya.
Menurut aku emang salah sih kalau orang tua ngebebanin masalah finansial ke anak. Tapi kadang mereka sendiri nggak sadar kalau omongan soal uang yang terus didengar anak bisa ngaruh banget ke cara anak melihat dirinya, keinginannya, bahkan masa depannya. Jadi ya orang tuanya juga harus mikir, jangan sampai masalah orang dewasa malah ikut jadi beban anak sampai dia gede. Tapi kalau kita ngasih tau pasti disangkanya ngelawan:(