Itulah repotnya kalau aparat juga punya SPPG. Mereka kan mestinya mengawasi program dibiayai negara, kok malah memeriksa masyarakat yg melaporkan kualitas MBG yg buruk.
Yaelah bahlil dihina fisiknya juga masih enak hidupnya, masih jadi menteri, masih wira wiri pake pesawat jet, masih kaya, masih jadi ketua partai.
Lu liat tuh kebijakan dia kemaren terkait pembatasan gas sampe ada ibu2 yg gak bersalah meninggal.
Petrus gagal membasmi preman.
Bukti jelasnya adalah Kerusuhan Tanah Abang antara preman Hercules dengan preman Betawi pada Januari 1997.
Lah, katanya dibasmi. Terus ini apa?
Bahkan bukan "masih ada", melainkan menguasai pasar tekstil terbesar di ASEAN.
Mana nih Petrus?
Kok Hercules nggak ditembak mati?
Kok gerombolan preman yang sebegitu ramainya nggak ditembak mati?
Kok kriminal-kriminal asing buas seperti ini malah bebas mabuk, mencuri, merampok, memungli, memerkosa, membacok, berantem, dan tawuran di gang-gang Tanah Abang dengan sangat meresahkan?
Jawabannya jelas. Petrus tidak pernah membasmi preman.
Petrus hanya meneror preman supaya mau menjadi anjing peliharaan patuh yang menyetor uang pungli ke rezim keluarga Cendana.
Saat itu keluarga Cendana adalah the Lord of Crime di Indonesia, seperti Don Corleone dalam film "The Godfather".
Anjing seperti Hercules hanya mengerti dua bahasa, yaitu "dipukul" dan "diberi makan".
Pukuli dengan sadis dan berikan makan yang banyak, maka mereka akan patuh seperti anjing peliharaan.
Anjing yang tidak mau patuh dibantai mati oleh tentara selama Petrus.
Anyways, pada saat itu, preman Betawi di bawah Bang Ucu jauh lebih cerdas daripada Hercules dan gerombolannya sehingga menang total pada 1997.
Hercules dan gerombolan kriminalnya hanya tahu kekerasan dan hanya bisa main bacok dan teror. Punglinya sangat di luar nalar dan mencekik.
Pedagang kecil yang tidak mampu bayar pungli dibanting dan dipukuli dengan sadis sampai mampus oleh gerombolan preman Hercules, sebagai percontohan apa yang terjadi jika kamu tidak bayar pungli.
Gerombolan Hercules ini benar-benar jadi musuh langsung rakyat kecil dan spesifiknya musuh warga Betawi di Tanah Abang. Mereka sadis, mata duitan, sombong, dan tidak berpikir panjang.
Ini menyebabkan kemarahan dan kebencian besar di masyarakat Betawi Tanah Abang terhadap gerombolan preman sadis asing Hercules.
Ini juga membuktikan betapa bohongnya "ketentraman" zaman Orde Baru.
Pedagang kecil dipukuli karena miskin dan tidak punya beking. Pebisnis dipalak. Pasar Tanah Abang sangat horor dihantui gerombolan preman buas asing beretnis Timor Timur yang mengkhianati bangsanya sendiri dengan menjadi anjing ABRI.
Kehidupan di daerah Tanah Abang menjadi sangat meresahkan dan menakutkan karena teror gerombolan Hercules.
Karena telah berkhianat terhadap tanah airnya sendiri, orang-orang Timor Timur ini akan sulit jika harus kembali ke kampung halaman.
Apalagi, mereka memilih menjadi anjing peliharaan seorang komandan militer gila psikopat dengan status medis "G4 alias Gila" yang asyik melancarkan berbagai pembunuhan massal sadis di Timor Timur seperti Pembantaian Kraras.
Akibatnya, orang-orang Timor buangan ini terdampar menjadi rampok super buas yang meneror pasar, jalanan, kampung, dan rakyat miskin ibukota Indonesia.
Yang dirugikan oleh penjajahan Orba bukan hanya rakyat Timor Timor, tapi juga rakyat Jakarta. Dalam sejarah, fenomena klasik ini disebut sebagai "imperial boomerang".
Golakan kemarahan dan kebencian mendidih rakyat miskin di ibukota terhadap tirani Hercules dan anjing-anjingnya dimanfaatkan oleh gerombolan preman Betawi yang masuk sebagai pembela rakyat kecil.
Klaim mereka sebagai pembela rakyat kecil bahkan terasa semakin valid, karena rezim dan aparat malah memihak gerombolan kriminal Hercules yang mereka pelihara seperti anjing berkalung.
Ketika negara tidak hadir, yang hadir adalah preman. Ini terus terjadi: Tanah Abang, segregasi tata kota bertembok Jakarta, dll.
Gerakan etnopopulisme Betawi berakar dari sini. Ternyata, "masyarakat Betawi" mampu kok membantai, membunuh, dan mengusir gerombolan preman asing dari Timor dengan tangan dan golok mereka sendiri, bukannya bergantung dengan negara hukum yang fiktif.
Dalam suatu perang tawuran besar, Hercules dan gerombolan premannya dikepung, dipukuli, dibacok, dan diusir keluar terbirit-birit dari Tanah Abang dengan konyol dan terpecundangi.
Defeated male leaves.
Gerombolan preman mafia Betawi bercorak Islam yang kini berkuasa pun menerapkan rezim pungli yang jauh lebih masuk akal. Setidaknya, tidak sampai membuat masyarakat meluap ngamuk dan merasa seperti di bawah pendudukan Zionis seperti zaman Hercules.
---
Trauma kekejaman premanisme yang sengaja dirawat dan dipelihara oleh Orde Baru ini secara langsung memperparah konflik etnis 1998-2001.
Premanisme memunculkan stereotype rasis, kecurigaan, dan kebencian etnis dan agama yang sampai sekarang tidak hilang.
Pembantaian orang Ambon di daerah Ketapang, Jakarta pada 1998 oleh gerombolan preman Betawi Islamis FPI karena "orang Ambon kan preman" secara langsung menyulut radikalisme dan kebencian antara kedua komunitas agama di Ambon.
---
IMO, hari ini premanisme yang sangat berpotensi memicu konflik sosial meluas di Jabodetabek adalah premanisme debt collector, karena mewabahnya pinjol, yang didorong mewabahnya judol.
Rakyat kecil yang terjebak pinjol dan dikejar gerombolan preman debt collector (kebanyakan dari Timur) berlindung di balik gerombolan preman Betawi.
Lagi-lagi preman vs preman dan lagi-lagi membawa-bawa etnis. Ini potensi konflik sosial yang serius.
> Oracle is worth $400 billion
> Its founder is the third richest man on the planet
> Oracle reported a 22% revenue gain this quarter
Still they fired 30,000 employees over email to fund AI Data centers. You don't hate billionaires enough.
Today's Anne Frank is a Lebanese Muslim girl hiding in the attic of a Lebanese Christian family, terrified of Israeli Jewish soldiers finding her and killing her.
Walopun muka Bahlil nyebelin tapi gw lebih SEBEL liat si Bunted ini orang paling SOK IYE se-Indonesia Raya kek LU TUH SIAPA kenapa carmuk abis MAU MASUK FRAME TERUS ngerti gaksi SOK IYE BATS
Waktu sidang Nadiem Makarim, jaksa jg sempat curiga karena kepemilikan saham nadiem “meledak” dari 500 juta lembar jadi 15 miliar lembar.
Padahal itu cuma proses IPO + stock split.
Jumlah lembar dipecah, nilainya tetap sama.
Nadiem bahkan kasih analogi sederhana:
Bayangin punya Rp100 ribu, terus dipecah jadi recehan seribuan.
Lembarnya jadi banyak, tapi nilainya tetap Rp100 ribu.
Bukan meledak pak jaksa… cuma dipecah aja 😭
Satu kunci kesuksesan industri China adalah pemusnahan preman.
Pada 1983, Deng Xiaoping menurunkan tentara untuk membantai habis overpopulasi preman di kota-kota China.
1.7 juta preman ditangkap.
Tujuannya bukan konsolidasi preman seperti Petrus. Tapi pemusnahan.
Populasi preman terlalu banyak sehingga wajar dimusnahkan. Yang diburu dan ditumpas bukan segelintir preman saja seperti Petrus, melainkan semuanya. Semua preman adalah musuh negara, sehingga ditumpas secara militer.
Dalam skala raksasa, populasi preman se-China ditandai, diburu, ditangkap, dijejalkan ke dalam truk-truk tentara, dibawa pergi, dan mereka tidak pernah terlihat lagi. Preman yang melawan mati dibantai.
Posko dan markas-markas preman dan mafia triad dikepung dan dikosongkan pasukan tentara.
Ketua-ketua organisasi preman kabur diseret ke luar dan ditembak mati oleh tentara. Tubuh mayat mereka bergelimpangan berlubang-lubang di jalan seperti anjing.
Memang, sudah sepatutnya sampah masyarakat menjijikkan diperlakukan sebagai literal sampah dan benda mati, bukannya malah disanjung oleh pejabat tinggi negara.
Nama programnya adalah Strike Hard Campaign. Kebijakan perburuan manusia ini diterapkan Deng Xiaoping di negara China selama 3 tahun.
Kota-kota dan pemukiman China pun berangsur damai, bersih, dan kondusif untuk pertumbuhan perdagangan dan pabrik.
Misal Shanghai sekarang sudah sangat bersih dan beradab. Jauh sekali dari reputasinya dulu sebagai tempat kumuh sarang gerombolan triad dan mafia di film-film kung fu zaman dahulu.
Hari ini China adalah negara industri manufaktur no. 1 di dunia.
---
Kalau disesuaikan dengan rasio jumlah populasi, hari ini Indonesia seharusnya mulai menangkap dan memusnahkan sedikitnya 350.000 orang preman. Mulai dari bos-bos tingginya dulu, atau dari sektor low hanging fruit seperti Pelabuhan Tanjung Priok.
Pembasmian preman oleh Deng Xiaoping ini dilanjutkan oleh pembasmian preman berseragam oleh Xi Jinping. 4 juta pejabat pemerintah korup ditangkap. Puluhan perwira tinggi militer boomer korup ditangkap dan tentara PLA dirombak habis agar profesional.
di thread ada yang nyari babysitter dengan persyaratan pegang sertifikasi apa gitu, bisa p3k dan cpr, bisa matematika karena sekalian bantu anaknya calistung. gaji 8jt/bulan.
yang ngelamar… para dokter. dokter igd, dokter icu, dokter umum.
ada yang heran dan nanya: semenyedihkan itukah gaji dokter sampai mau jadi babysitter?
dijawab sama salah satu dokter: iya.
🥲
Fakta persidangan:
Rachel Vennya memberikan Rp40.000.000,00 untuk seorang petugas protokoler bandara/honorer DPR lalu dioper Rp30.000.000,00 ke seorang tentara. Tentara itu dkk. yang bantu dia untuk kabur.
Ini penyuapan, tapi tak ada yang dipenjara karena korupsi di kejadian ini.