Trik aku, 23 tahun lalu, menyaring Mokondo supaya husshh..husshh..sanaa
1.Setiap janjian meet up, selalu minta jemput di Salon atau spa.
2.Belum serius, belum ada akses ke rumah, seleksi di luar rumah dulu
3.Setiap aku belanja atau beli2 sesuatu, selalu diajak, tapi aku ga minta bayarin, bayar sendiri.
4.kalau ngajak makan, sy yg pilih tempat nya, kalau dia ga sanggup bayar nya, sy yg bayar.
Kenapa begitu? Sy mau ngasi tau, klo sy ada di posisi itu, sanggup lanjut kan, ga sanggup segera mundur
Sy punya standar hidup, dari single hidup sy udah nyaman, gaji lumayan, dan ga mau jika punya pasangan, malah menurunkan standar hidup sy, minimal setara atau malah meningkat, jd dr awal pendekatan, sy sdh sounding, standar hidup sy dimana, cocok lets go,
ga cocok ga maksa untuk terus maju ๐๐ mumpung baru pendekatan, jd dulu ada bbrp yg mendekat trus merasa standar sy ketinggian dan mereka mundur, mereka pas mundur alasan nya " si susi mah perempuan matre", padahal dia nya yg ga sanggup ๐๐
cc:threadsusibudizahra2
@sydneyzw Jujur waktu aku wudhu di siraman itu ngeblank krna diliatin orang2. Klo wudhu beneran kan kyk hafal diluar kepala aja.
Akhirnya dalam hati aku teringat tepuk wudhu adekku waktu TK ๐คฃ
MULAI SEKARANG GANTI DOA MU
FROM :
ya Allah murahkan lah rezeki ku
TO :
ya Rabb, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal, agar aku tidak perlu meminta - minta kepada manusia. tenangkanlah hatiku dengan keyakinan bahwa Engkau Maha pemberi rezeki. jangan biarkan aku tergoda dengan yang haram, meskipun jalannya terlihat mudah.
aamiinn allahuma aamiin๐คฒ๐ป
@lambe_seleb Kadang hidayah itu malah datang dari orang yang benar2 kita sayangi, inilah kebesaran Allah, memberi teguran dari rasa sayang dan cinta yang kita punya๐ญ
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara.
Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok.
Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang.
Kata-katanya sangat eksplisit.
Koperasi saya enggak tahu.
Yang lain saya enggak paham.
Berhenti sebentar dan pahami itu.
35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan.
Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum.
Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret.
Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi.
MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan.
Baru belakangan sistem dibenahi.
Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi.
Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik.
Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu.
Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan.
Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan.
Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang.
Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret.
Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan.
Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya.
Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab.
Pertama โ status pegawainya adalah karyawan BUMN.
Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN?
Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar.
Kedua โ 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk.
Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus?
Ketiga โ rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus.
Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda.
ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian.
Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi.
Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama.
Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan.
Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
tidak, selama:
- istri dan suami mengusahakan dan mengutamakan satu sama lain, bukan ngutamain keluarga istri, bukan ngutamain keluarga suami. disini SUAMI dan ISTRI itu yg TER-PENTING
- istri dan suami saling mengingatkan kalau ada kesalahan dengan cara yg baik, toleransi bukan brarti membiarkan kesalahan. kompas moral masing2 aja
- jangan melibatkan orang lain masuk di hubungan bahkan ketika itu orang tua atau mertua, kecuali sudah tidak memiliki titik temu. pokonya jangan libatkan orang lain, mau itu teman, sahabat apalagi orang yg enggak deket2 banget
- pelajari love language masing2, ada orang yg bahagianya kalau apa2 diambilin, ada yg bahagianya kalau bisa berduaan. berikan apa yg pasangan mau, bukan apa yg kita mau
- soal finansial bagaimana? dari awal carilah yg setara kalau mau lebih aman agar setelah menikah enggak kaget masalah life style, kalau bisa seterbuka mungkin dari awal agar sama2 enak
jujyur menikah tidak mudah, tapi saya sangat bersyukur menikah. sangat bersyukur ketemu istri, sangat bersyukur memilih untuk nekat menikah waktu itu bahkan disaat kondisi finansial tidak baik2 saja.
apa kamu takut menikah???
Ini real, baru banget kejadian tadi malam ke istriku.
Dia sedih, nangis. Merasa orang tuanya terlalu effort bantu anak yang lain saat kesusahan. Udah pernah dibeliin motor sampai 5 kali, handphone udah nggak terhitung, belum lagi uang, nggak ada 1 pun yang tersisa. Posisi umur udah 40 tahunan, punya istri dan 4 anak.
Yang terbaru, handphone yang dikasi istri ke orang tua, orang tua kasi ke anak yang lain itu karena handphonenya dijual untuk kebutuhan sehari-hari.
Dia ngerasa nggak fair, karena sedari sekolah dia udah harus inisiatif cari uang tambahan karena nggak pengen ngerepotin orang tua. Semenjak lulus SMK, murni nggak ada sepeser pun dapat bantuan berupa uang dari orang tua. Even sampai hari ini, keluarga kecil kami kalau ada masalah, kami telan sendiri, pecahkan sendiri.
istri ngidam pukis,
syaratnya:
- saya harus beli sendiri gak boleh gofood
- harus di abang2 jualan langganan dia belinya
kalau dulu awal nikah gini aja pasti ribut karna saya maunya gofood aja, apa bedanya?? kalau enggak ada di gofood pun tinggal go shop beres
tapi setelah nikah 7 tahun saya paham love language dia itu act of service, dia happy kalau saya keliatan usaha beli sendiri.
ternyata resep utama langgeng itu bukan siapa yg paling bener, tapi siapa yg menganggap hal2 kecil untuk pasangannya itu penting.
now playing : harta yg paling berharga adalah keluarga~~~
Ramalan JK tentang Terjadinya "Chaos"
Oleh Pepih Nugraha
Muhammad Said Didu membawa kabar dari kediaman Jusuf Kalla (JK). Sebuah "ramalan" tentang Juli-Agustus 2026 yang katanya akan menjadi neraka fiskal: defisit seribu triliunan rupiah, puskesmas tutup, hingga jalanan yang menganga tanpa perbaikan.
JK, politikus sepuh yang biasanya bicara tentang perdamaian, kini seolah-olah sedang menebar ancaman atas nasib ekonomi kita.
Pertanyaannya, perlukah seorang negarawan senior seperti JK menebar aroma pesimisme yang begitu pekat? Apakah ini sebuah peringatan tulus, ataukah ini adalah sebuah "agenda" yang dibungkus dengan pita keprihatinan?
JK bukan orang baru dalam urusan mencium arah angin. Ia adalah politikus yang tahu kapan harus diam dan kapan harus melempar granat kata-kata. Mengirim sembilan pesan rahasia lewat Said Didu untuk Prabowo Subianto โlengkap dengan daftar "tiga orang perusak" dan "tiga program bahaya"โ adalah sebuah langkah teaterikal yang cerdas.
Secara satir, kita bisa melihat ini sebagai bentuk kasih sayang yang aneh. Menakut-nakuti rakyat dengan narasi "skenario neraka" agar sang Presiden mau membuka pintu lebar-lebar bagi nasehat sang senior.
JK ingin pemerintah tenang dalam mengambil keputusan, namun ia membocorkan eksistensi "pesan rahasia" itu ke publik lewat Said Didu.
Jika benar-benar rahasia, bukankah seharusnya ia sampai ke meja Prabowo tanpa perlu ada drama di media sosial atau podcast?
Menakut-nakuti adalah cara tercepat untuk mendapatkan perhatian, namun ia juga cara tercepat untuk meruntuhkan kepercayaan diri sebuah bangsa yang baru saja mencoba berdiri tegak.
Lalu, apa yang harus dilakukan Prabowo Subianto? Sang Jenderal kini berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, ada "faksi pembisik" yang menurut Didu gemar memberi label pengkhianat pada pengkritik. Di sisi lain, ada para senior yang datang membawa "surat wasiat" berisi ramalan kiamat.
Prabowo tidak perlu menjadi reaktif. Jika ia terlalu mendengarkan narasi pesimistis JK, ia akan terjebak dalam kebijakan yang penuh ketakutan.
Jika ia terlalu mendengarkan pembisiknya, ia akan buta pada lubang di depan mata.
Langkah terbaik bagi Prabowo adalah memperlakukan sembilan pesan rahasia itu seperti menu restoran saja; ambil yang bergizi, buang yang beracun, dan jangan lupa memeriksa siapa koki yang memasaknya.
Seorang pemimpin besar tidak dibentuk oleh seberapa banyak ia menghindari krisis, melainkan oleh seberapa tenang ia menghadapi orang-orang yang meramalkan kehancurannya.
Mungkinkah ada agenda tertentu di balik prediksi pesimistis JK?
Tentu saja ada, dan agenda itu sangat manusiawi, yakni agenda untuk tetap relevan. Maksudnya begini, JK sedang menakut-nakuti Prabowo tentang kehancuran negara agar negara itu tidak benar-benar hancur. Ia menciptakan kegaduhan kecil untuk mencegah kegaduhan besar.
Namun, dengan terus-menerus memposisikan diri sebagai "satu-satunya juru selamat" yang memegang kunci rahasia, para tokoh senior ini sebenarnya sedang melakukan hal yang sama dengan para pembisik di lingkaran Prabowo: mereka sama-sama ingin memegang kendali atas telinga sang Presiden.
Juli dan Agustus 2026 yang hanya lima bulan lagi mungkin tidak akan menjadi neraka seperti yang digambarkan.
Namun, ketakutan akan neraka itu telah berhasil membuat kita lupa, bahwa yang lebih berbahaya dari defisit seribu triliun rupiah adalah sebuah bangsa yang pemimpinnya tidak lagi berani melangkah.
Tidak berani melangkah bagaimana? Karena terus-menerus dihantui oleh bayang-bayang kegagalan yang ditiupkan oleh kawan-kawannya sendiri.
***