sebenernya ga ada yang istimewa dari foto ini, karna memang seperti inilah bare minimum seorang pejabat bahkan presiden sekalipun.
tapi karna yang sebelah tuh kalo dikritik malah nyinyirin rakyat yang nge kritik dia jadi yang ini keliatan istimewa.
Buat yang belum tau..
Saat ini ada krisis pasokan listrik PLN akibat stok batubara tidak cukup.
Menteri ESDM memangkas kuota batubara karena dipicu seretnya pasokan batubara DMO (Domestic Market Obligation) ke PLTU JaMaLi (Jawa Madura Bali).
Alhasil terjadi defisit daya 1.500 MW dan pemadaman bergilir di kota-kota besar.
Jadi buat menjaga agar harga batu bara dan nikel tinggi sehingga dapat pajak royaltinya besar, maka kuota produksi batu bara dipotong jauh
Contohnya Sinar Mas punya kuota produksi 55 juta ton tahun 2025. Tapi 2026 ini hanya disetujui 11 juta ton aja.
Dan dari 11 juta ton itu, 30% itu untuk lokal (ke PLTU, pabrik dan smelter di dalam negeri). Sisanya baru boleh ekspor.
Diperkirakan ini akan terjadi hingga September.
Jadi, siap2 aja kalo beberapa bulan kedepan bakal sering ada pemadaman listrik.
Hi SCTV mediamu itu gunakan FREKUENSI PUBLIK, artinya ada hak publik. Lha besok massa rakyat sipil dan mahasiswa turun aksi ke jalan, malah urusi kawinan orang ya.
Saya kerja untuk AdnKronos Italy Press, Overseas Korean TV Network, Deutsche Welle German dan lainnya, gak ada media-media Eropa, Amerika, Kanada, Jepang, Korea Selatan dllnya ngurusi kawinan orang!!! Berita aja cukup, gak usah live beginian...
*Sesuai amanat UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, frekuensi publik tidak boleh dimiliki secara pribadi dan hanya dipinjamkan kepada lembaga penyiaran melalui izin resmi.
cc:threadfaridaindriastuti
Buat lo yg belum nikah, kalau minta jodoh, harus spesifik ya bro. 10 tahun yang lalu, gw KKN. Satu kelompok sama cewe yang menye2 ampe bikin puyeng. Lampu mati teriak. Liat kecoa teriak. Nginjek lumpur teriak. Pokoknya kita yang laki-laki puyeng. Bodo amat lu cantik.
Jadi gue ngomong sama temen satu kelompok. "Gue amit-amit dah dpt bini modelan si maemunah (cewe tadi). Gue pengen cewe yang santuy, kuat, kalau bisa gue ga berguna di depan doi"
Sebenarnya ini hanya candaan tongkrongan, brow!
Tapi ternyata saat itu Tuhan lagi suruh Malaikat catet wish list gue. 2024 gue jatuh cinta sama cewe Batak yang kalem dan tangguh. Pacaran 7 bulan, kalau ngga gue yg hubungi, gue beneran dianggap ngga ada bro.
2025 gue nikah sama ni cewe.
Skr jadi istri gue. Dan, persis yang pernah gue omongin. Istri gue terlalu mandiri, bro. Gue emang beneran seperti ngga berguna.
7 bulan pacaran, 8 bulan menikah. Gue jadi pihak yang kadang bingung sendiri harus ngapain karena segalanya dihandle istri.
Sampe angkat galon gue kagak dimintai tolong. Jadi gue kaya berlomba-lomba sama istri untuk melakukan sesuatu.
Biar gue ga merasa ngga berguna gitu.
Gue pernah ngomong "sayang, kamu kalau apa2 itu minta tlg aku donk" Jawabnya iya sih.
Tapi setelahnya, gue lagi2 seperti ngga dibutuhkan.
Tiba2 pamit pergi pasar. Bukan ngajak ke pasar. Gue yg selalu minta ikut.
Trus gue doa "Tuhan, kalau omongan gue dulu dicatet boleh revisi nggak? Jadikan istri gue, seperti istri2 pada umumnya"
cc:threadbojessdul
@dhanyindraswara Tentu ada rasa khawatir itu, tapi definisi suksesnya bukan menjadi sesuatu, melainkan membuat/berbuat sesuatu. Lebih khawatir saat dewasa tidak bikin apa2 daripada tidak jadi apa2. :)
Maka, jangan tanya pada anak kalau besar kamu mau jadi apa, tapi tanyakan apa karyamu nanti?
minjem hp suami mau liat disc shoppenya, pas cek keranjang ada 10 paket yg dia beli lg otw
isinya apa? daster & celana buatku, baju buat anak2, mainan anak, pokoknya serba serbi buat istri & anak. gaada satupun buat dia
yaallah suamiku do i deserve to have u? 😭🤍
Aku waktu mau daftar S2, nerima discouraging comments dari orang terdekat. Dari yang kekeh mending aku stay kerja, sampe nego kenapa ga di Indonesia biar deket.
Saran: gausah didengerin. Selagi bisa, live the life you won’t regret.
Respect banget sama cewek-cewek yang lagi hancur banget hidupnya tapi masih pegang prinsip “hidup harus lanjut”
Tadi liat ada cewek lagi jaga toko roti, pagi-pagi lagi nangis… tapi begitu ada customer dateng, langsung hapus air mata terus tetep ngelayanin dengan ramah
Semoga abis ini kamu dapet hal yang jauh lebih baik dan bikin bahagia ya kak, asli liatnya ikut nyesek 🥹
“apa rasanya jd perempuan yg hampir tiap hari di-catcalled di r publik, tp jarang yg koreksi pelakunya, padahal tempatnya di situ2 aja”
why dont we collectively mapped the hotspots?!
muslim indonesia selalu rame sama halal-haram makanan, tapi selalu lupa sama konsep kedua, thayib. martabak keju sekilo, es teler skm tiga kaleng, gorengan minyak jelantah campur plastik tentu saja nggak thayib.
Vibesnya kayak sidang skripsi.
Tipsnya kalau lagi sidang itu jangan gunakan kata-kata yang terlihat meragukan 😭
1. Mungkin
2. Sekitar
3. Kira-kira
4. Kayaknya
Hindari kata-kata tsb & kita mesti yakin dgn penelitian yang kita kerjakan. Semangat ges😭💪🏻
Yup, and those intelligent women always come with price. You might love an “intelligent woman” and it’s all fun games until she can clock your lies, recognizes patterns and your manipulative narration, knows her worth and also speaks for herself. So, berlaku jg sebaliknya, kl mau dapat perempuan cerdas make sure kamu juga laki2 cerdas baik secara intelektual maupun emosional
Itu selebgram mantan suami istri berantemin soal harta di sosmed buat apa sih? Mau cari dukungan atau engagement biar stay relevant?
Ada duit, bisa bayar lawyer, selesein secara bener2 ajalah. 10 tahun lagi SSnya dibaca anak2nya apa nggak malu.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.