JANGAN LIAT VIDEO INI WAKTU MALEM!
ini footage horor terserem yg pernah gw liat
alasannya:
- video dgn resolusi rendah
- efek visual (atau filter?) alami
- suara si perekam dan orang yg ada di video bikin merinding
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
Ada tipe orang yang kelihatannya biasa aja di sosial media. Jarang update. Nggak pernah share lokasi. Nggak pernah pamer lagi nongkrong di mana. Bahkan kadang orang mikir, “ini orang kemana sih hidupnya?”
Padahal dia tetap jalan. Tetap keluar. Tetap punya rutinitas, punya kesibukan, punya tempat favorit, punya circle. Cuma dia nggak merasa itu perlu diumumkan.
Pernah dengar kalimat ini?
“Jangan begitu sama orang tua. Nanti kalau mereka sudah nggak ada, kamu nyesel.”
Kalimat itu sering banget kita dengar.
Dianggap nasihat.
Dianggap bentuk bakti.
Dianggap standar moral paling tinggi.
Tapi coba kita putar sudut pandangnya.
“Jangan begitu sama anak. Nanti kalau kamu sudah tua, anakmu memilih menjauh.”
Tiba-tiba suasana berubah.
Orang mulai defensif.
Merasa diserang.
Merasa perannya sebagai orang tua digugat.
Aku pernah nemu pembahasan tentang kondisi mental laki-laki dewasa, dan isinya cukup bikin mikir.
Banyak dari mereka hidup di mode “bertahan” setiap hari, capek, penuh tekanan, overthinking, tapi tetap jalan seolah semuanya baik-baik saja. Bukan karena mereka nggak punya masalah, tapi karena sejak lama mereka diajarin buat kuat, diam, dan nggak banyak mengeluh. Akhirnya, banyak perasaan yang dipendam sendirian, tanpa tempat pulang untuk cerita.