Review singkat anekdotal opsi tujuan pindah negara berdasar pengalaman pribadi
Inggris
London mahal tapi vibrant. Melting pot semua jenis orang ada.
Nafas aja bayar kali. Rada minggir ke Bristol masih asik.
Imigrasinya rasis. Siap2 dongkol kalau tiap keluar inggris trus balik lagi masuk.
Banyak historical objects hasil ngembat sana sini dan nature scenery-nya ok
Tax: penghasilan sampai ~Rp1M/th kena 20%, lebihannya 40% sampai 47%
Public transport: lumayan
Makanan: Hampir semua jenis ada. Indonesian food ada tapi jarang.
Singapore
Deket. Hampir semua spotnya semua man-made alias artificial (ya gapapa juga sih).
Terlalu teratur, rada kurang chaos. Pemerintahnya diktator (somehow in a good way)
Tax: Bracket paling gede cuman 22% (income > ~4M/th)
Public transport: oke banget
Makanan: Ga jauh beda sama jakarta sih
Georgia
Tblisi (ibukotanya) seru. Crypto friendly -- bisa tarik fiat dari wallet langsung di ATM.
Rural area ya kayak di Sleman jaman belum macet. Nature scenerynya keren, apalagi kalau pas musim salju kayak budget New Zealand lah
Tax: Flat 20%
Public transport: not that good, mending sewa/punya mobil
Makanan: Banyakan carbs dan opsinya rada menyedihkan tbh. Ga nemu makanan Indonesia, mentok chinese sih itu aja jarang.
Turkey
Istambul itu pertemuan asia + eropa.
Buat yang cowok single I would recommend tinggal di sini barang bbrp bulan deh. You'll not gonna regret it.
Also as indonesian, generally people there loves you.
(Buat yang botak, bisa juga ikutan Turkish hairlines).
Inflasi tinggi, jadi (relatively) murcee karena duitmu dalam dollar/rupiah kalau diconvert & spending ke lira
Public transport: lumayan maju
Tax: setelah ~Rp 200jt/th kena 35% sampai 40%
Makanan: Ngga bakal kuatir sih, semua ada.
Dubai
The new global hotspot karena kaga ada personal income tax dan zero tax buat foreign company di free zone
Kerja di sono, gajinya utuh. Kalau mau daftar company juga gampang -- total cost ga sampai Rp 100jt bisa bayar pake crypto, udah dapet residence permit 2 tahun.
Walaupun di gurun, tapi ngga panas kok. Cuman ada 2 bulan beneran musim panas sampai >40C -- biasanya kotanya sepi soalnya pada cabut ngadem ke eropa.
Mostly car centric, kudu punya mobil (no tax jadi banyak sport car) -- kecuali di daerah Marina & tengah2 palm yang walkable semua ada.
Makanan: Semua ada tapi ya restoran, streetfood hampir non-existent. Ada proper indonesian restaurants.
New Zealand
Top notch scenery. Lebih banyak jumlah sapi daripada orang.
Apalagi domba; sampai 5x populasinya dibanding manusia. Buanyak banget kalau dari jauh kayak ketombe.
Rada laidback -- jadi cocoknya kayaknya buat pensiun deh.
Negara yang sepengalaman gw ga ada rasis2nya sama sekali.
Tax: bracket tertinggi (di atas Rp 1.8m/tahun) itu 39%
Public transport: mendingan punya mobil
Makanan: Ga banyak opsi seinget gw, ga nemu Indonesian food.
Switzerland
Jelas muahal, tapi top notch di semuanya. Belum jadi kesono tahun kemarin, tapi bini dulu tinggal bbrp tahun di Swiss jadi ya heard so many good things of this country.
Surprisingly, pajak ga gede (10-20%) -- tergantung canton (propinsi) dimana kamu tinggal.
Tiap-tiap canton ini saling bersaing gitu buat jadi yang terbaik.
Tapi ini masih ditambah federal tax progressive up to 11.5% Total tetep aja masih lebih kecil dari Indo sih.