@AsmEfeducation @fluoxetan ok so do you really think that once they got marriage then it would just suddenly benefiting the woman?
it's like buying cat in the bag if you just straight up to marriage tho, you don't know the person extensively and suddenly you have to "obey" to have sex with that person
@Me31324567Me @bensukri @keqayaan etisnya ya kalo tokoh atau pemimpin agama itu hidupnya sederhana ga lebih dan ga kurang juga.
karena jelas disekelilingnya masih banyak orang yang serba kekurangan dan kurang berkecukupan jadi ya aneh aja kok bisa tokoh agama hatinya tega mengumpulkan harta berlebih.
@Me31324567Me @bensukri @keqayaan ga salah tapi jelas ga etis.
banyak duit malah dipake untuk kemewahan sementara banyak disekelilingnya yang masih serba membutuhkan.
@YaklepMinceFC @tokopediaan @GiganeshP534@thettabbycat ga menikmati ya karena emang secara sejarahnya juga menikah itu kesepakatan bersama dari 2 keluarga besar menjadi 1 aliansi.
manusia kuno kan open relationship, awalnya juga ga mengenal istilah nikah makanya ada perkataan "it takes a whole village to raise a child"
@psychrometri@muhamadsfalah@vincentrcrd@bagus_muljadi sebenarnya dari kebisingan itu kan malah menunjukkan bahwa publik juga belum sepenuhnya ngerti atau tau tentang bidang2 yang sudah mapan itu.
gue sih mikirnya jika emang itu udah mapan ya taro aja dimuka yang bising itu, kalo dia ga mau denger artinya ga usah denger dia juga.
@tokopediaan @GiganeshP534@YaklepMinceFC@thettabbycat tapi kalo sejarahnya sih menikah itu konsep tribalisme dan feodalisme kan ya
jadi kayak persatuan dua keluarga jadi satu melalui pernikahan keturunan 2 keluarga tersebut, tujuannya sih untuk menjaga aset yang udah terkumpul dan kestabilan keamanan hidup (aliansi perang)
@darkchocseasalt@rayestu simpel aja sih karena emang sistem sosial ekonomi indonesia lebih signifikan memberikan insentif yang signifikan lebih besar untuk jurusan stem daripada soshum.