@Kuswidha@LambeSahamjja Kalo kata Rocky Gerung, janji kampanye itu konstitusional. Makanya, program MBG itu dasarnya sangat kuat. Tinggal pelaksanaannya bagaimana.
@Ketctard@LambeSahamjja Yasudah, kalo begitu gausah maksain moral compass milik sendiri ke orang lain. Setiap orang punya moral compassnya masing-masing.
@Mael_kaka@LambeSahamjja Gini mas. 02 gak kompeten, bobrok, dll itu kan menurut pandangan Mas Mael. Beda orang, beda pandangan, Mas.
Bisa jadi ada juga orang yg berpandangan kalo 01 atau 03 gak kompeten, bobrok, dll
Semuanya itu balik ke opini masing-masing. Gak ada kebenaran absolut dalam politik.
@meuniseuhah@indartiwi24@LambeSahamjja Tapi disini kan gak ada larangan begitu, mas. Sama seperti di Amrik, banyak publik figur yg menunjukkan pilihan politiknya. Bebas aja.
@Ji_Phan@LambeSahamjja Ya gak masalah. Toh dia cuma menjalankan tugasnya. Dibiasakan aja utk melihat publik figur menunjukkan pilihan politiknya. Sama seperti di Amerika.
@Mael_kaka@LambeSahamjja Influencer juga gak ada kewajiban utk minta maaf. Kecuali, pada saat menjalankan tugasnya, dia melakukan fitnah, dll.
Dibiasakan aja utk berdemokrasi, dan melihat publik figur menunjukkan pilihan politiknya.
@LambeSahamjja Demokrasi yang matang membutuhkan kedewasaan warga negara untuk menghormati perbedaan preferensi politik tanpa menuntut pertanggungjawaban moral dari orang lain atas hak pilih yang telah mereka gunakan.
@LambeSahamjja Kalo menurut Pangeran Siahaan, orang tak perlu minta maaf atas pilihan politiknya. Saya juga setuju, 02 boleh dipilih oleh siapapun. Kan demokrasi.
@chanchaijinx@LambeSahamjja Dia influencer dan profesional. Wajar kalau dibayar. Harus dibiasakan aja utk begitu. Lagian tidak ada larangan dalam menerima pekerjaan dari politisi.
Sama seperti Slank tahun 2014, Narji tahun 2024, dll.
@indartiwi24@LambeSahamjja Gak mslh jg. Gadak peraturan yg mewajibkan publik figur atau artis utk bersikap netral. Toh, setiap paslon punya influencer masing-masing.
Klo mau semakin matang berdemokrasi, kita harus terbiasa dengan perbedaan pilihan politik orang lain.
Kala perayaan Piala Dunia 2026, Atlรฉti merayakan dengan para pemainnya bersama Luis de La Fuente dan Real merayakan juga dengan pemainnya bersama Oyarzabal.
Klub lain tidak melakukan perayaan dan fansnya menghina timnas dan negara, "P*ta Espaรฑa! P*ta Seleccion!"
Tapi gakaget juga sih