dear cewek, cobain deh pacaran sama laki2 yang klo berantem ga ada niatan untuk nyelesain masalah atau minta maaf, tapi dia malah ngediemin dan besoknya menyapa seperti tidak terjadi apa-apa.
SUMPAH NANGIS BANGET.. patah hati 💔
Aku aja nangis, gimana mahoutnya ya Allah.. Pak Pikri dan Bang Saring pasti sedih banget 😭😭😭😭 udah 25 tahun ngurus capt Indro 😭😭
Ini kenapa gw kalo lagi screening & get to know calon pasangan, gw paling waspada ama indikasi “anak mami” “anak emas” “kesayangan ortu” apalagi kalo karena cowo + bungsu
Karena sekalinya mereka dielus2 gini egonya ama keluarganya sendiri, they really think they rule the world.
being in denial kinda hurts. fase di mana kita pura-pura gak liat tandanya. padahal kita tau kalau diperlakukan cuma setengah hati, tapi tetap cari pembelaan buat mereka, “maybe they're just confused”, “maybe i just need to try harder.” huft cape.
Lagi down tapi lo masih pura pura oke. Senyum di depan orang, jawab “gapapa” padahal hati berantakan. Takut nunjukin kelemahan, takut ditinggal. Padahal boleh loh nggak kuat. Ngaku aja kalau capek, istirahat, nangis kalau perlu. Lo nggak wajib pura-pura kuat terus.
i wish ketemu pasangan yang nggak cuma hadir buat seru-seruan, tapi juga bisa diajak ngobrol soal life plan, growth, dan masa depan. yang enak komunikasi, pikirannya terbuka, emosinya matang, dan bikin kamu merasa didengar tanpa harus menjelaskan semuanya berkali-kali.
Km tau nggk klo tubuhmu itu gaakan prnh boong saat km bersama seseorang yg gak selaras denganmu..
Seringkali hati & logika masih nyari alasan buat bertahan. Tp tubuhmu udah lebih dlu ngasih signal..
Klo sejak bersama seseorang km jd susah tidur, ovt tiap hari, anxiety, autoimun, gerd, wajah keliatan lelah, merasa capek energi terkuras & gabisa jadi dirimu sendiri, mgkn tubuhmu sedang mencoba menyampaikan sesuatu yg selama ini gk mau km dgerin.
Tubuhmu tau kpn ia merasa aman/terancam. Soalny tubuh manusia dirancang buat mengenali rasa aman
Pasangan yg selaras mgkn gk selalu sempurna. Tp kehadirannya membuat hidupmu tenang. Bersamanya km gaperlu terus menebak nebak. Gaperlu hidup dlm ketakutan kehilangan. Dan gaperlu memaksakan diri jadi orang lain agar dicintai..
ternyata "breadcrumbing" itu seserem itu.
dia tidak meninggalkan, tapi dia juga tidak memperjuangkan. dia mempertahankanmu, tapi dia tidak berusaha membuatmu merasa dicintai. dia takut kehilanganmu, tapi dia tidak mau memberikan kepastian untukmu.
Cowok yang terlalu haus validasi biasanya gampang dikenali:
following cewek terus nambah, suka cari networking sana sini, image di sosmed terlihat ramah dan keren, tapi hubungan yang dijalani penuh kebohongan, manipulasi, dan luka batin.
Hati-hati sama orang yang pandai membangun image, tapi gagal membangun ketulusan. Buat ciwi-ciwi cakep, lebih hati-hati ya.
Kalau sehari nggak bisa kasih kabar, mungkin masalahnya bukan sibuk… tapi memang nggak cukup respek. 👀
Aku selalu heran sama orang yang bilang, "Kan aku sibuk."
Padahal ngabarin itu nggak butuh seminar 3 SKS. Cuma butuh 10 detik buat bilang, "Lagi sibuk ya, nanti aku balas."
Menurut gue, komunikasi yang sehat itu bukan soal harus chat tiap lima menit. Tapi soal menghargai keberadaan orang lain.
Karena kalau kita peduli, sesibuk apa pun pasti masih ada waktu buat kasih kabar. Yang dibutuhkan bukan waktu berjam-jam, tapi niat.
Dan jujur aja, karena love language gue words of affirmation, gue lebih menghargai orang yang bisa komunikasi dengan jelas daripada yang bikin orang lain nebak-nebak sambil nungguin chat kayak nunggu THR cair. 😂
Semakin dewasa, gue sadar…
Anxious memang nggak selalu menyenangkan. Tapi orang yang bikin pasangannya cemas karena hilang tanpa kabar juga bukan sesuatu yang harus dimaklumi.
Karena rasa tenang itu dibangun oleh komunikasi. Dan komunikasi yang baik berawal dari satu hal sederhana:
respek.
Lost my spark-nya lagi kenceng banget akhir-akhir ini. Lagi males ngejar apa pun, males berharap ke siapa pun. Cuma pengen menjalani hari ini karena emang masih bernapas aja. No target, no ekspektasi, cuma survive mode on.