@LambeSahamjja Politisi ini suka banget membenturkan kelas sosial kalau ngasih statement.
Desa-kota, kaya-miskin.
Padahal konteks nya ya mana prioritas dulu mana yang bisa nanti.
Ntah bego aja atau emang sengaja aja biar masyarakat pada berantem.
orang gerindra : anak sekolah naik perahu ke sekolah buat makan MBG, kalian orang kota tidak tahu yang di rasakan orang desa
mahasiswa UI : lah bukannya bangun jmabatan dulu, kok ngasih makan MBG
Indonesia has swung from an emerging-market darling to a global laggard, with insiders blaming the president and his inner circle for erratic and poorly communicated policies. https://t.co/6AlwZOjUqS
🚨🇮🇷 BREAKING — World Cup “Disaster”
Mohammad Mohebi and Mehri Taremi Say:
“Not to Make Excuses but This Is Not a Fair Competition.”
Iranian Players argued they should arrive 2 days before matches instead of traveling, training, and playing while exhausted by 5 hours in Immigration Controls and Transit.
Sesudah laga Piala Dunia melawan Selandia Baru yang berakhir imbang dengan skor 2-2, timnas Iran harus terbang kembali ke Meksiko, karena pemerintah AS gak mengizinkan pemain maupun ofisial timnas Iran untuk tinggal di AS selama Piala Dunia berlangsung, meskipun seluruh laga Iran akan dimainkan di AS...
Kalo FIFA konsisten, AS seharusnya dicoret sebagai salah satu negara penyelenggara Piala Dunia 2026... 🤔
Menurut gw pribadi, mending keberadaan IPDN itu ditinjau ulang deh…
Asal kelen tahu..
Ilmu-ilmu yang ada di IPDN itu udah diajarin di FISIP dan FIA di seluruh Indonesia.
Perbedaannya, IPDN itu ikatan dinas, biaya minim, dan juga semi-militer.
Lantas buat apa ada IPDN? Wong lulusannya juga jadi ASN. Anak FISIP dan FIA mah disuruh jadi ASN juga bisa.
Dan yang gw juga heran kenapa IPDN semi-militer?Padahal lulusannya itu ya jadi sipil semua…
Terus yang lebih ga nyaman lagi:
Tiap tahun, IPDN butuh ratusan miliar.
Kalian tahu ga? Berapa anggaran IPDN di 2026?
814 MILIAR!
Padahal tahun lalu hanya 517 miliar.
Mana masuk pos anggaran pendidikan lagi.
Dan ini diperuntukkan untuk 5-6 ribu orang praja..
Sayang banget menurut gw.
Duit 817 M itu bisa dipakai buat subsidi PTN-PTN di seluruh Indonesia.
Foto: Rakyat Merdeka dan Pos Jateng
"kita sudah sampai pada masa kebodohan merajalela"
"ketika MBG dibela, keracunan dianggap biasa. mempertontonkan keserakahan & membiarkan negri ini dalam malapetaka" 🥹🥲
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.