Di perbatasan Palestina dan Mesir, bantuan kemanusiaan untuk Gaza terhambat akibat kontrol penuh Israel.
Semua bantuan harus melewati Palang Merah Mesir di Kota Arish, 50 km dari Rafah, sebelum melintasi check point atau pos pemeriksaan Israel.
Di gudang ini, sejumlah barang penting untuk pengungsi di Gaza yang ditolak masuk, seperti alat bantu jalan, kursi roda, tempat duduk, hingga barang berbahan besi atau plastik seperti ember dan cooler box.
Bahkan, filter air bantuan dari Singapura dan barang berwarna hijau seperti sleeping bag dan tas, juga dilarang masuk oleh Israel.
Aksi pembatasan ketat oleh Israel ini memperparah bencana kemanusiaan di Gaza.
Pada Minggu (7/4/2024), Juru bicara Dana Anak-anak PBB (UNICEF) James Elder, menyebut lebih dari 600 ribu anak di Rafah, Jalur Gaza selatan, terancam kelaparan akibat pasokan bantuan yang minim masuk Gaza.
| Narasi Daily