GUYS MAAF KALAU GA BALES DM GW JARANG BGT ON TWITTER N BUKU PPU NYA INI YA SEMANGAT SEMOGA MEMBANTU, DOAIN UTS UAS GW DPT A PLIS😭🙏🏻🙏🏻🙏🏻🩷🩷🩷
https://t.co/QqrXdK0ciY
Gue lulusan UI
Banyak dari UI, temen2 alumni sukses2 kemana mana mulai dari perusahaa gede lokal sampe pindah internasional
Gue mau kasihtau apa aja yang dipelajari sih, selain ilmu ya karena gue rasa kalau ilmu tuh ada pondasinya dari ribuan tahun penelitian dan buku keilmuan, yang ga kalah penting itu adalah aspek yang namanya berpikir kritis, dan ini salah satu hal penting yang ditempa pas kuliah dulu
Banyak orang melihat masalah kayq satu gumpalan besar yang bikin pusing, berpikir kritis yang ditempa di kampus bikin kita terbiasa melakukan dekonstruksi: membedah masalah besar jadi variabel-variabel kecil yang bisa diselesaikan satu per satu
Kita nggak cuma tanya "Gimana cara benerinnya?", tapi "Kenapa ini rusak di awal?" Biar bisa bikin mitigasi ke depan
Ini pola pikir yang bikin beda antara follower sama leader, berpikir kritis itu berarti nggak gampang puas sama jawaban "Emang dari dulu begini prosedurnya"
Ada insting buat selalu ngejar root cause dan memahami pondasi dasar sesuatu sebelum membangun solusi
Di lingkungan akademis yang ketat, argumen tanpa dasar itu bakal habis "dikuliti"
Kebiasaan ini terbawa ke dunia kerja
Lo ga akan ngomong "Kayaknya penjualannya bakal naik," tapi "Berdasarkan tren historis pasar saat ini, ada probabilitas kenaikan sebesar X%, dengan risiko Y"
beda banget kan keliatannya
Kritis itu bukan berarti nyinyir, tapi skeptis yang sehat. Kita harhs selalu mempertanyakan validitas sumber, bias dalam informasi, dan kepentingan di balik sebuah kebijakan
Di level korporat atau internasional, kemampuan mendeteksi bias ini krusial buat ambil keputusan strategis.
Follow aja gue sering ngonten kaya ginian