Bismillaaaah ya allaaah ….
Awal bulan juli, langsung keterima kerja dengan :
- senin s/d jumat
- jam 08.30-17.00
- Gaji di atas UMR Jakarta saat ini
- Deket dari rumah dengan akses sepeda listrik.
- Ada cuti tahunan dan libur cuti bersama bahkan tanggal merah hari besar.
- Ada BPJS TK dan Kesehatan
- Work Life Balance
- Lingkungan kerja gak toxic dan friendly
- Bos, atasan dan teman2 juga gak toxic
- Semua yang baik2 ya allaaaah
Aamiin allahumma aamiin😭
tercatat ada 8000 WNI yang sedang meminta proses pergantian kewarganegaraan dengan alasan:
- Gaji bagiakan langit-bumi
- dokter di Indonesia Rp10-30 juta, di Singapura Rp95-130 juta.
- Sama-sama dokter tapi dihargai 10x lebih tinggi di luar
- Pajak Indonesia nyekik 35% belum termasuk pajak tidak resmi dari oknum berseragam & ormas.
- Di Singapura cuma 24%, bersih, transparan
- Lapangan kerja tidak sesuai ekspektasi 7,24 juta pengangguran,
- lulusan pintar tidak terpakai di negeri sendiri
- Kualitas hidup jauh lebih baik di luar
- pola pikir terbuka, sistem lebih jelas, tidak ada pungli
- Negara tidak hilirisasi
- otak-otak cerdas Indonesia tidak dibutuhkan di dalam negeri, akhirnya dinikmati negara lain
- Negara kaya tapi rakyatnya kabur karena kekayaan dinikmati segelintir orang, bukan yang bekerja keras
Kekna lamaran yg gue kirim mulai dri jobstreet linkedin kalibr indeed sama blast email (even cold emails), itu udh lebih ribuan deh, i started jobseeking since august last year, dan smpe skrg, even tembus user cma 2 company
apply loker → isi data panjang 😭
online test → belajar lagi 😭
FGD/LGD → muter otak 😭
interview → riset & latihan 😭
MCU → puasa, jarum, buka pakaian 😭
dan itu semua berlaku untuk SEMUA loker… sekarang bayangin kalau apply-nya ratusan…
JYUJYUR HAYATI LELAH🙂🙂🙂
*tapi akan tetap kulanjutkan apply-apply brutal itu…
sebenernya kejadian kek gini tuh udah jadi penyakit di asia tenggara bahkan ceritanya sampe di mention di drakor. PLS kalian kalau mau liat gambaran asli komplotan penjahat manusia kayak gini, wajib banget nonton taxi driver 2!
di drakor ini kim do gi (Lee Je Hoon) ke vietnam bantu ayah yang anaknya hilang. walaupun settingnya di Vietnam tapi polanya sama persis kek di Kamboja!
awalnya korban diiming-imingi loker gaji gede, kerja enak, hidup mewah di luar negeri. pas sampe sana langsung disekap, disiksa, dipaksa kerja bikin program judi.