Jubir @Gerindra kok ga ada yg cerdas ya.
Sdh tau Anak2 sekolah hrs menyebrangi sungai spy bisa sekolah. Solusinya malah dikasih MBG 🤭
Pantes kalo langsung diskak sama wakil ketua BEM UI.
*************
1 Suro Vozinha
-----------
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
dibilang antek-antek asing saya diam,
dibilang ndasmu saya diam,
dibilang warga desa tidak pakai dolar saya diam,
dibilang “tidak bermimpi kaya raya?”
SAYA AKAN LAWAN!!!
Dari banyak teori soal hidup, yang paling gue suka tuh:
1. Burnt Toast Theory
2. The Last Meeting Theory
3. Red String Theory.
Apa itu? sini gue jelasin satu-satu dibawah:
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Kasus Chromebook Nadiem ini sebenernya gimana sih, kok bisa dituntut 18 tahun?
Gue coba jelasin pake bahasa bayi, tanpa istilah hukum yang ribet, Versi Jaksa vs Pembelaan Nadiem ⬇️⬇️
sakit banget hati gw tiap ngeliat berita nadiem. bayangin dia S1 udah di Brown University, S2 di Harvard University pada masanya, sepinter apa coba?! terus balik ke Indo ngasih kontribusi ke negara dengan bikin hampir 4 JUTA lapangan pekerjaan buat rakyat — lanjut memperluas kontribusi lg di Pemerintahan, eh tau-tau DITUNTUT TOTAL 27,5 tahun untuk KASUS GAJELAS (pidana penjara 18 tahun, denda 1M (subsidair 190 hari), dan pidana tambahan uang. pengganti (809M) & 4.8T (subsidair 9 tahun) atas SEDERET DENGAN DAKWAAN 0 BUKTI 😭😭😭💔
GUYS AKU PENGEN DEH BAGI2 FILE PDF GRATIS LAGEE!‼️
KALI INI AKU PUNYA INI⬇️
"ROADMAP BELAJAR BAHASA INGGRIS DARI NOL (FROM ZERO TO HERO)"!
Jadi bisa banget buat yang pengen lancarin Speaking Skill dari Nol!
Comment ajaaa yang mauu!😍😍
Salah Siapa Fresh Grad Nggak Bisa Kerja?
Video yang aku QRT isinya seorang HRD yang bilang, dia nolak 90% pelamar fresh grad karena "cuma bisa teori, nggak bisa praktek." Dia bahkan nyuruh mahasiswa mikir-mikir soal pilihan kampus, cari yang ngajarin praktek dunia kerja katanya.
Aku nggak setuju sama cara dia ngomong ini.
Kita pisahin dulu ya. Kalau yang dia maksud itu lulusan SMK, D3, atau D4, oke, dia ada benarnya.
Kurikulum mereka memang dirancang buat langsung terjun ke lapangan. Lulusan SMK otomotif harusnya udah bisa pegang kunci pas. Lulusan D3 akuntansi harusnya udah kenal software laporan keuangan. Itu wajar.
Tapi kalau yang diomongin itu lulusan S1, aku rasa dia salah paham soal apa itu sarjana.
Fungsi pendidikan S1 bukan buat ngelahirin tenaga teknis siap pakai. Fungsinya adalah ngebangun cara berpikir, ngelatih analisis, dan ngasih fondasi teori yang kuat.
Program sarjana ada karena masyarakat butuh orang-orang yang bisa memahami masalah secara mendalam, bukan cuma ngikutin prosedur. Dokter butuh paham fisiologi sebelum megang pasien. Insinyur butuh ngerti mekanika sebelum merancang jembatan. Ekonom butuh baca data sebelum kasih rekomendasi kebijakan.
Paham teori bukanlah hambatan, justru paham teori adalah alasan mengapa mereka bisa dipercaya. Fondasi dari pengambilan keputusan dan cara kerja di lapangan nanti.
Efek jangka panjang program sarjana yang kuat adalah penentu seberapa maju cara pikir suatu bangsa. Negara-negara yang punya sistem riset dan akademik yang sehat cenderung lebih adaptif ngadapin perubahan, lebih inovatif, dan lebih mampu ngelahirin solusi buat masalah yang belum pernah ada sebelumnya.
Kalau sarjana digantiin sepenuhnya sama pendidikan vokasi, kita bakal punya banyak tenaga terampil, tapi sedikit orang yang bisa ngembangin teknologi baru, nulis kebijakan publik yang baik, atau nemuin cara kerja yang lebih efisien dari yang udah ada. Itulah kenapa ada juga jenjang S2 dan S3 yang makin ke atas makin teoritis.
Kalau mau yang langsung bisa kerja tanpa training, ya rekrut lulusan vokasi, bukan sarjana.
Dan soal "nggak bisa praktek", itu justru tugas perusahaan buat ngatasin ini. Makanya ada yang namanya orientasi karyawan baru, OJT, atau program magang. Itu standar di perusahaan yang sehat.
Kalau HRD nolak kandidat cuma karena belum terlatih sebelum masuk, pertanyaannya balik lagi: emang perusahaan kamu nyediain sistem onboarding yang bener nggak?
Fresh grad itu ibarat fondasi. Kalau kamu nolak fondasi karena belum jadi tembok, ya itu bukan salah fondasinya.
Kalau kamu sering ga fokus, wajib baca ini:
Pernah ga ngerasa pikiran kebagi2 pas lagi ngerjain banyak hal sekaligus?
Lagi ngerjain skripsi, tp pikiran ke tugas yg lain. Lagi meeting pekerjaan, tp hati mikirin deliverable projects.
Padahal otak itu ga bisa multitasking.
Meski rasanya capek bgt, kebanyakan dari kita malah "nyaman" dgn itu. Meskipun otak terlihat multitasking, yg sebenarnya terjadi cuma task-switching atau pindah perhatian dgn cepat.
Tiap kali pindah perhatian:
- Ada "biaya" mental yang harus dibayar
- Energi jd lebih cepat habis
- Kesalahan jd lebih banyak
- Kepuasan kerja pun hilang.
Menurutku, multitasking itu cuma ilusi produktivitas, malah bikin lebih banyak gangguan daripada bantuan.
Apa pendapatmu?
Salah satu skill penting yang harus dimiliki di zaman ini: mindfulness.
Tidak menyesali masa lalu dan tidak terlalu pusing memikirkan masa depan. Hanya fokus untuk hadir sepenuhnya di saat ini, sadar dimana kita berada dan apa yang bisa kita lakukan.
Kalian sering merasa ide-ide paling bagus dan cemerlang muncul pas lagi jalan kaki gak sih?
Ternyata ini ada penelitian ilmiah-nya loh.
Yuk kita bahas!
Jadi ada penelitian yang melibatkan total 176 peserta (kebanyakan mahasiswa) untuk kemudian dibandingkan kemampuannya dalam kemampuan kreativitas saat duduk dan saat berjalan. Yang menarik adalah, berjalan ini tidak harus di luar ruangan, bahkan berjalan di treadmill pun dapat meningkatkan kreativitas kita.
Yang menarik adalah angka kreativitas meningkat hingga 60% saat berjalan, dibandingkan dengan saat duduk.
Hingga saat ini, mekanisme pastinya belum diketahui, namun terdapat beberapa perkiraan antara lain:
-Meningkatkan aliran darah ke otak
-Terjadinya mind wandering yang produktif
Nah ternyata berjalan kaki bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, namun juga berpotensi bermanfaat saat kita sedang stuck pas nulis, desain, brainstorming, atau bahkan belajar.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Give Your Ideas Some Legs: The Positive Effect of Walking on Creative Thinking