SAFEnet mendesak penghentian kriminalisasi terhadap Tri Yanto, whistleblower dugaan korupsi di Baznas Jabar senilai Rp13,3 miliar.
Tri kini jadi tersangka UU ITE karena melaporkan kasus ini ke berbagai lembaga penegak hukum.
@ManipulForU@mazzini_gsp@ardisatriawan Indonesia itu luas. Di pulau jawa aja masih byk yg kelaparan, tdk punya tempat tinggal, apalagi yg di ujung2 negara? Klo mrk lapar, apa bisa menerima ilmu pengetahuan dengan baik? Dan pemerintah wajib melindungi semua warganya, terutama mrk yg kebutuhan pokoknnya blm tercukupi.
@ManipulForU@mazzini_gsp@ardisatriawan Karna sesungguhnya kebutuhan manusia itu sandang, pangan, papan, setelah itu semua tercukupi, baru masuk ke kebutuhan lainnya. Bukan bermaksd mengecilkan pendidikan dan kesehatan, tapi mrk yg sandang pangan dan papannya blm tercukupi, apa benar akan siap menerima kebutuhan lain?
Gue komen dua hari lalu justru karena udah nonton, tabel slide yg di ss @ardisatriawan gak ada dalam tayangan rapat Komisi 10 DPR tanggal 12 Februari lalu, gue udah nonton sepanjang 2 jam 39 menit. Gue hitung ada 33 slide tabel yang ditampilkan. 32 slide oleh 3 mentri dan 1 slide komisi 10.
Lo sendiri udah nonton? Pasti belom makanya ngegas. Itu gue kasih video yg singkat durasi 4 menit, kelewatan kalau mager nyimak juga.
Di YouTube rapat 2 jam setengah itu, menit ke 23:28-39:26 Menteri Kemendiktisaintek sepanjang penjelasannya cuma pakai satu slide tabel. Makanya @ardisatriawan gak jawab komen gue di menit ke berapa tabel yg dia posting itu tayang.
Kalau nonton video rapat itu sampai habis dan baca PPT nya utuh, gue yg lulusan SMA aja ngerti maksud tabel itu.
Di foto tabel halaman 11 yg tayang di rapat Komisi 10, yg coba gue edit kasih warna bukan untuk ngajarin kalian, tapi biar clear maksudnya.
🔵 Pagu awal
🟣 Pagu anggaran yg oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu nominal dan persentase di-efisiensi
🟡 Usulan kementerian supaya jangan kena efisiensi, tetap kayak pagu awal. 0% di situ bukan anggarannya beasiswa habis jadi nol, tapi 0% yg di-efisiensi alias alokasi anggaran utuh.
🔴 Tabel halaman 12-13 itu yg gue kasih tanda panah maksudnya kalau Dirjen Anggaran tetap minta efisiensi maka akibatnya seperti kolom yg di ss & di-posting Dosen Ardianto itu. Ini yg gue maksud postingan Pak Dosen melepas konteks foto tabel pas share ke publik bikin para siswa, mahasiswa, dan banyak orang tua kepalanya jadi pusing, orang jadi marah-marah dan saling caci maki. Padahal dampak yg di kolom itu lah yang ditolak kementerian dan seluruh fraksi DPR pas rapat tanggal 12 Februari lalu pukul 18:30 saat kesimpulan rapat.
Pak Dosen Ardianto posting foto screenshot dari tabel itu pukul 21:51 malam tanggal 12 Februari 2025. Yg gue heran sejak beberapa hari lalu, kok bisa-bisanya sarjana pendidikan tinggi sekaligus dosen malah menyimpulkan 0% di tabel itu artinya anggaran beasiswa habis? Karena tweet-nya gitu semua.
Apa beliau keliru baca tabel PPT?
Atau beliau gak ngerti maksud dari efisiensi tidak sama dengan pemotongan?
Namanya efisiensi ya dana anggarannya tetap ada di tempatnya, bukan dananya hilang. Efisiensi kan dananya dikeluarkan untuk program prioritas yg gak kena efisiensi.
➡️ Ini buat temen-temen yang mau baca utuh PPT nya https://t.co/RKhVjBB5IT
Gue ngetweet ini untuk respon kalian yg caci maki gue atau mikir gue minta suapin info menitnya.
@astriferdiana ..cuma emg 'salah'nya, kdg2 yg ngajar di luar itu bawa2 gelarnya ke Indonesia, yg mgkin ga sepadan sma gelar di sini. Mungkin ya, mungkin aja.
@astriferdiana Mba, mohon maaf, mgkin prof atau professor itu mksdnya 'dosen' atau 'guru'? Karna sy juga dipanggil 'Prof' sma mahasiswa sy.. karna kalau di bhs prancis memang pengajar di kampus dipanggilnya Prof(esseur)