"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
Dear buzzer, rakyat akan mengapresiasi jika Dolar bisa dibawah Rp 15.400 dan harga Pertamax dibawah Rp 12.100 (itu start saat Pak Prabowo dilantik). Jadi kalau skrg dolar turun ke 17.720 ya blm layak dipuji. Begitu juga klo besok misal Pertamax turun ke 14.000, berlebihan juga kalau dipuji. Lagian tugas rakyat itu mengkritisi & mengevaluasi, bukannya asal memuji jika memang blm pantas dipuji.
Dalam sidang uji materi UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi, guru sekaligus saksi pemohon Iman Zanatul Haeri mengungkap berbagai dampak yang dirasakan guru PPPK dan honorer setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk anggaran pendidikan.
Mulai dari keterlambatan gaji dan tunjangan, bertambahnya beban kerja, berkurangnya fasilitas pendidikan, hingga menyempitnya peluang pengangkatan PPPK. Ia menegaskan gugatan ke MK menjadi “benteng terakhir keadilan” bagi para guru.
260613 Zheyuan douyin update
“🤦🤦”
🖇️ https://t.co/uwFjZlGLGV
with zanzan at the back looking at whatever he’s doing hahaha did you filmed this just now yuan
#chenzheyuan#陈哲远
wowok is literally a disgrace of this country like how the heck could we have the dumbest of all as our leader? Bener2 bikin malu, bikin susah rakyat.
Udah sih wok, ngaku salah, stop ambis yg bikin susah orang. Capek gue kerja dipotong pajak buat menuhin ambisi tolol elu itu
bahan bakar mahal, bahan makanan mahal, obat-obatan dan biaya rumah sakit mahal, pendidikan mahal, tempat tinggal mahal, DAN MASIH ADA TONE DEAF BILANG “GUE GA TERDAMPAK”?! mati aja lo goblok 02 voter bangsat
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.