Adik gue lulus S1 tahun lalu.
IPK 3,87 Cumlaude.
Udah 11 bulan lebih dia nganggur di rumah.
Kerjaan pertama yang akhirnya dia dapet setelah 47 lamaran?
Jaga kasir minimarket di daerah Tangerang.
Gaji Rp1,65 juta per bulan, shift 8 jam sehari.
Gue nulis ini bukan buat nyalahin dia, apalagi kampusnya.
Tapi karena gue yakin ada ribuan orang lain yang ngalamin persis kayak gini.
Dari kecil ditanemin satu janji: "Yang penting kuliah, ntar hidup lo aman."
Sekarang mereka yang udah lulus malah bingung sendiri.
Kok udah cumlaude tapi panggilan kerja gak dateng.
Gue ngitung adik gue kirim 47 lamaran dalam 3 bulan, yang bales cuma 2 dan itu pun gagal.
Gue gak lagi nyerang dunia kuliah.
Tapi ada satu hal yang bikin gue kepikiran ulang akhir-akhir ini.
Dulu ijazah itu kunci buat masuk kerja.
Sekarang, ijazah itu cuma tiket buat ikut antre.
Semua pelamar pegang tiket yang sama persis.
Pembedanya cuma satu: apa yang lo punya selain ijazah itu.
Kakak gue Rani udah 12 tahun jadi HRD, udah interview 2.400 orang lebih.
Dia cerita jujur pas gue nanya sore itu.
"Dari 200 lamaran yang masuk, hampir semua sarjana."
"Yang gue panggil interview cuma 8 orang."
"Yang CV-nya nunjukin portfolio dan project nyata, IPK malah gue taruh belakang."
Gue langsung ngecek CV adik gue dan ngerti kenapa gak kepanggil.
Adik gue ngabisin 4 tahun belajar teori doang.
Skripsinya 124 halaman, ngerjainnya sampai begadang tiap malem.
Tapi giliran interview kerja pertama, HR nanya satu hal.
"Kamu pernah pegang project apa aja selama kuliah?"
Dia jawab, "Belum pernah, kak, paling tugas kelompok doang."
Bukan karena dia gak mampu.
Tapi selama 4 tahun itu emang gak ada yang ngarahin bikin karya nyata.
Perusahaan sekarang gak lagi nyari yang paling jago di kelas.
Yang dicari itu yang paling cepet adaptasi pas masuk lapangan.
Bisa nyelesein masalah kecil tanpa nanya terus.
Bisa nunjukin bukti kerja, bukan cuma nilai di kertas.
Adik gue pinter teori, tapi gak punya bukti itu.
Itu yang bikin dia kalah sama pelamar lain yang IPK-nya 3,20 tapi portfolionya ada.
Dari situ gue ngajak adik gue ngobrol pelan-pelan.
Gue nanya, "Selama kuliah lo pernah bikin apa yang bisa diliat orang?"
Dia jawab, "Gak ada, paling presentasi kelas."
Gue bilang, "Coba kita ubah 3 bulan ke depan jadi ajang bikin bukti."
Gak perlu muluk-muluk, yang penting nyata dan bisa diliat HR.
Akhirnya dia mutusin bikin 3 project kecil sesuai jurusannya.
Bedanya langsung kerasa pas dia ngirim lamaran lagi.
Dari 15 lamaran baru, ada 4 yang bales dalam 10 hari.
Dua diantaranya ngajak interview online 30 menit.
Pas interview dia gak lagi cerita IPK, tapi cerita project itu.
"Gue pernah bantu UMKM naikin pencatatan jadi rapi dalam 21 hari," dia bilang sambil nunjukin file.
HR langsung nanya lebih dalam, bukan lagi nanya nilai.
Hasilnya 2 minggu kemudian dia dapet panggilan pertama setelah 4 bulan sepi.
Gaji awal Rp4,8 juta di Tangerang, bukan Rp1,65 juta lagi.
Kontrak 6 bulan dengan target yang jelas.
Dia cerita sambil nunjukin chat HR di HP-nya.
"Selamat datang di tahap kontrak ya," tulis HR jam 9 pagi.
Gue ngeliat mukanya beda banget, lebih lega dan percaya diri.
Gue belajar satu hal dari adik gue umur 21 ini.
Ijazah itu penting, tapi tanpa bukti nyata lo cuma jadi angka di tumpukan 200 lamaran.
Kalau lo lagi di fase ngirim puluhan lamaran tapi sepi, coba cek lagi apa yang bisa lo tunjukin selain IPK.
Ubah cerita jadi angka, portfolio jadi bukti, bukan cuma daftar pengalaman.
Simpen utas ini dan share ke temen yang lagi juang cari kerja pertama biar gak ngerasa sendirian.
SC: anitarisoraya
makin gue baca kasus pemakzulan gibran makin gue curiga ini gerakan pesanan doang fix wowo dan wiwi berantem, tapi sebagai rakyat biasa gue ga mendukung pemakzulan gibran GUE MENDUKUNG DUA DUANYA DI MAKZULKANNN AYO PEMILU ULANG!!!
BREAKING NEWS‼️
MBG pakai BORAKS‼️⁉️⚠️⚠️⚠️
Guru sudah mulai jadi "tumbal".
Empat guru SDN 58 Lengkese Kabupaten Takalar Sulsel, mencicipi menu MBG mengalami gatal dan pembengkakan di bagian mulut, Senin 21 September 2026. MBG dibatalkan, tidak dibagikan ke murid.
Dari uji lab 2 sampel makanan, salah satunya mengandung boraks.
Pak Dar, ditunggu komentarnya!
temen2 maaf bad news. tapi aceh dan NTT blm pulih, pembakaran hutan di kalimantan dan sekitrnya blm usai, darurat ispa, banjir di solok, krisis air bersih, BBM langka, pemadaman listrik bergilir, raja ampat mulai dikeruk lagi dan kasus keracunan mbg bertambah. kami menolak lupa!
Berangkat sekolah malah keracunan, niat ngajar malah jadi anjing pelacak. Disuruh ngendus-ngendus. Yang punya program mencak-mencak ngerasa diserang Robot, tapi pasang iklan di facebook ratusan juta. Dikasih tahu sama pakar, pakarnya disebut Goblok. Tapi sekolahnya gratis, cuma saratnya siap keracunan. Lulus sekolah, malah jadi mutan kalian nak 😭.
Disebut fiksi, tapi nyata 😭
PENGKHIANATAN TERHADAP RAKYAT ‼️
Enak betul jadi pengemplang di negeri ini. Rakyat nunggak BPJS, nunggak pinjol 500 ribu dikejar debt collector sampai ke kuburan. Pengemplang BLBI yang utangnya ratusan triliun, merampok uang negara di saat krisis 98, malah dikasih karpet merah: "anggap saja lunas".
Surplus BI itu bukan uang warisan bapakmu. Surplus BI Rp55 Triliun itu uang negara, hasil dari pengelolaan moneter. Bukan alat untuk pemutihan dosa konglomerat hitam. Kalau surplus dipakai untuk menghapus kewajiban pengemplang, itu namanya negara mensubsidi penjahat dengan uang rakyat.
BLBI bukan utang biasa, itu skandal kejahatan. Ini bukan kredit macet UMKM. Ini Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang dikemplang, dipakai untuk foya-foya, bukan untuk selamatkan nasabah.
Menganggapnya lunas dengan akrobat akuntansi adalah pengkhianatan terhadap sejarah dan penghapusan dosa secara sepihak.
Mau ngelakuin pemakzulan tapi kandidatnya cuma satu, keliatan bgt arahnya mau kemana. Klu mau lengser harus dua2nya karena mereka satu paket
Masa yg dipermasalahkan cuma ijazah sementara pelanggar HAM berat tutup mata. Both of them are problematic
Gebrakan Menkeu Suahasil si “bagi-bagi hasil”:
Mengesahkan Rp240 triliun dana MBG yang sebelumnya dipangkas Purbaya jadi Rp200 triliun.
Melantik kembali 14 pejabat yang sebelumnya dipecat Purbaya karena disebut terindikasi korupsi.
Pajak marketplace yang sempat ditahan Purbaya langsung disahkan per 1 November 2026.
Melepas wewenang Menkeu terhadap Bea Cukai, jadi Bea Cukai bebas mau ngapain aja dan Menkeu nggak bisa ikut campur.
Gue tahu Threads ini sarangnya buzzer Wowo, tapi kalau sampai begini masih dibela juga... ya setan sih 😭
HEART BREAKING
innalillahi wa inna ilaihi raji'un. turut berduka cita atas wafatnya 142 korban gempa flores dengan rincian 48 meninggal dunia secara langsung akibat gempa,
dan 94 orang lainnya termasuk seorang balita berusia 2 tahun yang terkena hipotermia DI PENGUNGSIAN
Bad news hari ini:
• Korban gempa NTT yang meninggal di pengungsian lebih banyak dari korban yang meninggal secara langsung saat gempa.
• Pelajar yang demo tolak MBG di Papua ditangkap Polisi, ada isu diintimidasi juga.
• Kalimantan asap makin tebal, mati listrik dan langka BBM