Jika publik melihat dari "jendela" hermeneutik suspicion โข maka kehadiran orang (berpakaian sipil).โข bersenjata di tengah massa aksi penolakan UU TNI, bisa dianggap sebagai intelijen negara.
Sungguh, ini tindakan yg merusak demokrasi, kehadiran orangยฒ ini bisa memprovokasi, bahkan kriminalisasi thd massa aksi.
Kekacauan yg diciptakan oleh orangยฒ bersenjata, yg dlm konteks ini saya anggap sebagai alatยฒ negara, selalu menjadi pintu masuk utk melakukan tindakan represif thd massa aksi dgn tuduhan melakukan ancaman kekerasan, pengrusakan dll.
Intelijen seharusnya mengumpulkan informasi, bukan melakukan infiltrasi dgn membawa senpi di tengah massa aksi.
Ini adalah bentuk penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran hak sipil.
_____________
Sampai saat ini, pandangan saya tidak berubah, bahwa ;
INTEL MO' PAKE' KAOS ANAK BAND,
MO' PAKE' JAS MAHASISWA,
MO' PAKE' T-SHIRT HITAM KHAS DEMONSTRAN,
MUKA TETEP KEK TAIK !
.
.
๐
#TolakUUTNI
Aksi Gerakan Suara Ibu Indonesia
Suara Ibu Indonesia mengundang rekan-rekan jurnalis untuk meliput aksi damai yang akan diadakan pada:
Hari: Jumat, 28 Maret 2025
Waktu: 14.00-16.00 WIB
Lokasi โ: Trotoar di Depan Sarinah- Jl. M.H. Thamrin No. 11, https://t.co/rFmGKFyyt1
Kalo cabe mahal, jangan makan pedes
Kalo rumah mahal, jangan beli rumah
Kalo sekolah mahal, jangan sekolah
Kalo rakyat protes, jangan didengerin
Kalo obat mahal, jangan sakit... mati aja langsung !
๐จ๐จ TAS PARAMEDIK DIGELEDAH TANPA DASAR HUKUM YG JELAS ๐จ๐จ
๐ Jakarta
Kami mengecam tindakan melawan hukum yg dilakukan oleh polisi-polisi di bawah Flyover DPR-RI dalam aksi hari ini. Penggeledahan tas tim paramedis tanpa dasar hukum yang jelas dan bahkan tanpa surat perintah merupakan tindakan melawan Peraturan Kapolri No. 8/2009!
#TolakUUTNI
#TolakRUUPolri
#SupremasiSipil
๐Jakarta, Jam 18:30 tiba tiba Masaa aksi dipukul mundur polisi, masa aksi terpaksa membubarkan diri karena kondisi sudah tidak kondusif, beberapa kawan ditangkap, saat ini tim paramedis melakukan penyisiran jalan dan melakukan evakuasi. #CabutUUTNI#TolakRUUPolri
@QQcontinuum@pandji Yah gimana lagi, emang yg sebelumnya membiarkan kebodohan dan menguatkannya shg pilihannya pun setipe. Mencerdaskan bangsa masih hanya cita-cita