bibir liang. Penuhi dirinya tanpa tetesan sedikitpun, Sinclair.
“Hgh— Elliot—”
Ia menoleh dari samping, sudah tak dapat menghitung seberapa banyak kamu cecapi tengkuk dari Odysseus.
“Sinclair,” diantara nafas yang tersenggal, berbisik, ia kecupi kamu, rahang dari Sinclair, menuju leher dan menjilati serta menciumi. “Sin—clair, mnh—!” oh hentakan yang tak henti-henti membuat tuanmu ini hampir menuju penghujung.