Sebagai veteran KHW, list favorit gw tuh ini:
1. KHW 100 (Warung Bu Leli). Mana panjang dan bikin menghela nafas terus. Dikira udah mau habis eh ada lagi terusannya.
2. KHW 73 (Lynn). Ini horornya indah. Gak ada serem-seremnya.
3. KHW 101 (Kang Badar). Ini epik bjir, horor kampung zaman dulu emang di luar nalar.
4. KHW 135 (Stasiun Manggarai). Kereta hantu ibukota, mindblowing karena ga nyangka. 😭
5. KHW 300 (Sugumoang). Kematian berantai di kampung Batak, akhir ceritanya berdarah-darah.
6. KHW 298 (Bayangan Pulang). Doppelganger gaib. Ini creepy karena kok bisaa 😭
7. KHW 47 (KHW terhoror). Gak habis-habis ini gangguan terornya.
KHW Nadia Omara ini bener-bener ngerangkum "urban legend" se-Indonesia, mesti dibuatin "ensiklopedi/infografis"-nya sih kalo kata gw asli. 😭
Semalem gue baru belajar istilah baru
Kalian pernah denger “duck syndrome” gak?
Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri.
Kenapa dianalogiin sama bebek?
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
[IMBALAN 50 JUTA RUPIAH]
Kami adalah organisasi dari Jepang yang mengadakan event stay SEMALAMAN di rumah angker (Real, bukan settingan). Saat ini kami berencana mengadakan event serupa di Indonesia.
Kami sedang mencari properti atau rumah yang benar-benar angker dan banyak penampakan hantunya untuk kami beli.
Kriteria Properti:
• Berhantu / Angker (Banyak gangguan gaib)
• Bekas kejadian tertentu (Rumah sengketa/berdarah)
Jika Anda memiliki informasi yang tepat, silakan hubungi kami:
📧 [email protected]
Reward: Rp 50.000.000
(Akan dibayarkan jika kami resmi membeli properti tersebut setelah proses survei).
Mohon bantuannya.
Terimakasih.
※Foto-foto di bawah ini adalah beberapa properti angker yang saat ini sedang kami gunakan untuk event di Jepang.
💭 TITIPAN.
Aku tadi minjem laptop abi, trus ga ekspek nemu catatan terakhir umi🥹.
I lost a piece of my heart, but he lost the reason it beat. Sehat selalu abi🥹
Pelajaran hidup:
KALAU PUNYA ANAK NANTI GW AKAN RAJIN BAWA DIA KE DOKTER GIGI APAPUN KONDISINYA. KALAU GAK MAU, AKAN GW SERET. GIGI RAPI SEJAK DINI ITU PINTU KESUKSESAN JIR TERNYATA. 🤕 💚
💚 Samsung A37 & A57 resmi launching di India! Masuk Indonesia April
A37: copas spek A55
A57: A series tertipis, option 512GB, Exynos 1680 mirip SD 7 Gen 4
Dari leak harga di Indonesia, masih worth it ga?
Terlepas dari gaji cewenya besar atau engga, gue mau menekankan sesuatu disini… cowo tuh kadang (or most of the time) suka lupa (atau simply ignorant aja) kalo manusia yg mau dijadikan pasangan hidupnya itu bukan “entitas kosong”.
Ada kultur, pendidikan, pengalaman, keluarga, lingkungan sosial, dll yg ngebentuk si cewe shg lu bisa ketemu dia dan memutuskan utk menikahi dia skrg.
Lu gabisa meremehkan itu. It takes her lifetime supaya dia bisa jadi versinya skrg.
Consider it as a reminder to you. Good luck.