Diksi “Londo Ireng” itu sebenernya berbau rasisme.
Lucunya, yang paling lantang ngecap jurnalis sebagai “Londo Ireng” justru keturunan langsung dari The Real Londo Ireng-nya.
Buyutnya dulu ikut bantu Belanda lawan Diponegoro.
Apa gak malu?
Gua mau berpendapat soal ini.
https://t.co/1eqRJVUY2X
Ketika dilantik as RT, gua dikasih tau bahwa ada beberapa warga yang selama ini memang kurang responsif. Kumpul2 warga gak datang, gotong royong tidak hadir, iuran sampah pun tidak.
Hal pertama yang gua lakukan adalah klarifikasi. Datang ke rumah warga yang tidak responsif, dan ngobrol2. Karena gua pikir, perlu tau duduk perkaranya.
Ternyata, masalah utama bukan mereka tidak mau berkontribusi. Kondisinya macam2, seperti Kepala Keluarga yang kerjanya di luar pulau, habis kena PHK, dan lain-lainnya gua gak bisa cerita disini.
Jadi, hidup dalam bermasyarakat, empati itu penting. Kondisi setiap keluarga itu berbeda2 dan tidak bisa dipukul rata. Kalo ada tetangga kalian yang kurang aktif, peran RT adalah kunjungi rumahnya. Cari tau alasannya.
Pasang spanduk kayak gitu, menurut gua tidak elok. Karena terkesan RT/RW disitu tidak mau memahami kondisi warganya.
This one took my picture without consent and put a totally wrong narrative. Fyi, I WAS PAID TO WEAR THE KIMONO WITH HIJAB. The kimono shop wanted to attract more Middle East customers.
My "Roman Empire is the realization that my life is a lottery win. Somewhere in Sudan, Pålestine, iran, Afghanistan, Iraq or Congo, there is a boy smarter than me. He is more disciplined, more resilient, and holds more potential in his single finger than I do in my entire career.
The only difference? I am siting in a train and he is sting in the rubble of his dreams.
My "bad days" are his wildest dreams.
My "burnout" is a luxury he can't afford because his only job is staying alive.
It's geographical luck and it's a haunting injustice that we all refuse to acknowledge and look away
2022 WA grup kostku ada anak baru yang ngetik panjang lebar karena dia 'nemu' daging kurban di depan pintu kamarnya. "Takutnya salah kirim ini, namanya memang betul nama saya tapi saya bukan muslim. Saya minta maaf ini saya sentuh plastiknya tadi-
#kawalkorban di UPNVY. Terima kasih sharingnya, @sugargrime 🙏
Post korban dan post dosennya. Ini baru satu dosen, dan funfactnya, dosen yg terduga pelaku ini (Inisial H) adalah peneliti tentang PEREMPUAN. Cek sendiri di Google Scholarnya. Dia riset tentang perempuan, tapi seksis ke mahasiswinya sendiri 😡
***
Tadi juga ada mahasiswi yg reply post saya bahwa si Bapak dosen sudah sering keluarin jokes2 seksis seperti itu sejak tahun 2017, di dalam kelas yg dia ajar 😭🙏
Pantes sih mahasiswi2 di UPNVY murka banget.
Semoga teman2 yg menjadi korban di UPNVY bener2 bisa mendapatkan keadilan 😭🙏