Banyak orang yang bilang kalau usia 20 tahun berarti mulai memasuki fase 'quarter life crisis'. Tapi aku gak akan ngomongin tentang itu karena aku bakal bahas tontonan yang membuka perspektif baru di usiaku yang sudah kepala 2.
A thread
-akan selalu diupdate-
giliran forum milik penguasa diganggu rakyat, fafifu soal demokrasi. kemarinยฒ ke mana aja saat rakyat bikin diskusi, lapak baca, nobar film tapi dibubarin (bahkan direpresi).
kenapa ya gw merasa di indo tuh ruang gagalnya sempit. i mean umur lu setelah lulus kuliah tuh udah 22-23 loh, and after that you have to chase the age limitation in indonesia, which is 25, to secure your place
Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren ๐๐ป๐ญ๐ฅ
Bersuara itu hak, tapi menjaga persatuan juga wajib. Yuk, sampaikan aspirasi dengan cara yang tertib dan santun, karena beda pendapat nggak harus bikin kita terpecah. Tetap damai, tetap saling menghargai, karena Indonesia kuat kalau kita tetap solid.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.