CARA DAPETIN EVENT POTONGAN HARGA 100 PERAK
1. klik link biar muncul fitur⤵️
https://t.co/y9gCI81CJ2
2. klik potong harga
3. klik bagikan (kalau mau sama) atau lihat produk buat cari yang lain
4.pilih produk, klik bagikan
SHARE link ke teman kamu sampai harga 100 perak
CARA DAPETIN EVENT POTONGAN HARGA 100 PERAK
1. klik link biar muncul fitur⤵️
https://t.co/y9gCI81CJ2
2. klik potong harga
3. klik bagikan (kalau mau sama) atau lihat produk buat cari yang lain
4.pilih produk, klik bagikan
SHARE link ke teman kamu sampai harga 100 perak
guys yg nyimpen uang banyak di seabank kata aku sih pindahin, banyak laporan katanya pada ke blok tiba tiba, ngadu ke cs disuruh nunggu 6 hari kerja sedangkan cs nya pun gatau di blok karna apa….
Menurut laporan PVMBG hari Selasa (8/9/2026), Gunung Semeru mencatat hingga 25 kali letusan dan masih bertahan di Status Level III (Siaga).
Buat yang ada di wilayah Jawa Timur & sekitarannya, tetap waspada dan patuhi imbauan zona bahaya ya
Stay safe semuanya
#GunungSemeru
sering terdengar
ratapan tangis mereka yg lapar dan
menderita. Sekarang yg terdengar ratapan mohon pengampunan atas kesalahan dan keserakahan. Tapi sayangnya ratapan kalian tidak bisa
menghentikan karma kalian
Info selengkapnya
👉 https://t.co/bC5NIDG3Da
UPDATE TERKINI | TPA GALUGA
Situasi terkini di TPA Galuga Bogor pascakebakaran. Asap putih tebal masih membumbung tinggi dan beberapa titik api juga masih terlihat.
Artinya, kebakaran masih belum sepenuhnya padam.
#TPAGaluga#Kebakaran#Bogor#Terkini
UPDATE TERKINI | TPA GALUGA
Situasi terkini di TPA Galuga Bogor pascakebakaran. Asap putih tebal masih membumbung tinggi dan beberapa titik api juga masih terlihat.
Artinya, kebakaran masih belum sepenuhnya padam.
#TPAGaluga#Kebakaran#Bogor#Terkini
Astaghfirullah, semoga keluarga kita terlindung dari kelakuan seperti ini.
Polisi telah menangkap sejoli pengubur bayi baru lahir di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
sering terdengar
ratapan tangis mereka yg lapar dan
menderita. Sekarang yg terdengar ratapan mohon pengampunan atas kesalahan dan keserakahan. Tapi sayangnya ratapan kalian tidak bisa
menghentikan karma kalian
Info selengkapnya
👉 https://t.co/bC5NIDG3Da
sering terdengar
ratapan tangis mereka yg lapar dan
menderita. Sekarang yg terdengar ratapan mohon pengampunan atas kesalahan dan keserakahan. Tapi sayangnya ratapan kalian tidak bisa
menghentikan karma kalian
Info selengkapnya
👉 https://t.co/bC5NIDG3Da
Air Laut Di Pesisir Dekat Gunung Anak Krakatau Tampak Surut, BMKG Pastikan Kondisi Normal ‼
Fenomena air laut yang tampak surut di kawasan pesisir dekat Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian warga dan viral di media sosial.
Informasi tersebut diunggah oleh akun Threads @topan_desmon pada Minggu (6/9/2026). Dalam unggahannya, disebutkan air laut di kawasan sentra ikan asin dan kampung nelayan yang berada di sekitar wilayah pesisir dekat Gunung Anak Krakatau tampak mulai surut.
Warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mencari lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi di wilayah pesisir.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi pasang surut air laut di wilayah Selat Sunda masih normal dan tidak menunjukkan adanya anomali.
Berdasarkan pemantauan terhadap 20 alat pengukur tsunami (tsunami gauge) milik BMKG di sekitar Selat Sunda, hingga kini tidak tercatat adanya perubahan ekstrem pada muka air laut.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga dengan aktivitas erupsi yang terus berlangsung.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah panik terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta terus mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG dan Badan Geologi.
Meski kondisi air laut saat ini terpantau normal, masyarakat di kawasan pesisir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi atau peringatan resmi.
Air Laut Di Pesisir Dekat Gunung Anak Krakatau Tampak Surut, BMKG Pastikan Kondisi Normal ‼
Fenomena air laut yang tampak surut di kawasan pesisir dekat Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian warga dan viral di media sosial.
Informasi tersebut diunggah oleh akun Threads @topan_desmon pada Minggu (6/9/2026). Dalam unggahannya, disebutkan air laut di kawasan sentra ikan asin dan kampung nelayan yang berada di sekitar wilayah pesisir dekat Gunung Anak Krakatau tampak mulai surut.
Warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mencari lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi di wilayah pesisir.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi pasang surut air laut di wilayah Selat Sunda masih normal dan tidak menunjukkan adanya anomali.
Berdasarkan pemantauan terhadap 20 alat pengukur tsunami (tsunami gauge) milik BMKG di sekitar Selat Sunda, hingga kini tidak tercatat adanya perubahan ekstrem pada muka air laut.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga dengan aktivitas erupsi yang terus berlangsung.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah panik terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta terus mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG dan Badan Geologi.
Meski kondisi air laut saat ini terpantau normal, masyarakat di kawasan pesisir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi atau peringatan resmi.
🚨Gambaran erupsi Gunung Anak Krakatau yang sampai jadi sorotan media internasional. Media CNN ikut menyoroti dampak abu vulkanik hingga mengganggu penerbangan dari Jakarta.
Sumber: CNN