2 teman dekatku ada yg daftar dan lulus jadi manager KOPDES. Mereka bukan 02 voters juga, bahkan pas pemilu dulu sampai skrg (sebelum pelatihan di barak) sering share postingan dan awareness mengenai parahnya kekuasaan rezim sekarang.
Tapi apa aku menyalahkan mereka krn tiba2 daftar program itu? Pdhl kami tau, itu program bancakan dan ladang korupsi. Dari presiden yg sama sekali gak kami sukai.
Aku sama sekali gak menyalahkan mereka. Nggak tega tepatnya.
Kami lulusan salah satu PTN di Jawa, lulus tahun 2025. Freshgraduate yang hampir kadaluarsa karena dah setahun lebih. Pengangguran. Pegang beban dari keluarga dan sekitar, tiap ketemu ditanya dah kerja dimana? Yg lebih parahnya, "Masa sih lulusan PTN situ gak dapat kerja, orang yg lulus dari Univ biasa aja gampang nyari kok."
Bedanya aku dan mereka itu karena aku beruntung dapat kesempatan kerja. Sedangkan teman2ku masih struggle sama interview, dighosting perusahaan, bahkan ketolak pdhl tinggal berangkat MCU.
Alasan mereka daftar, ya mencari peruntungan. Mereka juga butuh uang buat hidup. Dan cuma manager KOPDES ini yang mau menerima mereka karena hanya lapangan kerja ini yg "diusahakan" segitunya sama pemerintah. Miris.๐
Mereka juga terpaksa daftar ini guys, kalau ada kesempatan lain pasti gak mau. Apalagi in this economy, apapun yg menghasilkan uang pasti dilakuin. Btw temenku ini gaada posting apapun kegiatannya pas di barak.