Aku baca buku imperfect dan hold me tight pun jd mempertanyakan mengapa orang' sibuk menilai dirinya sendiri rendah hanya karena memperjuangkan seseorang? Even hasilnya tidak sesuai ekspektasi, berharganya diri kalian ya kalian sendiri ya menentukan. Bukan tindakan kalian 🫂
Iya deh, gua jadi kepikiran...
Kenapa mempertahankan seseorang sekarang sering terasa seperti 'merendahkan' harga diri? Kenapa caring enough to fight for someone malah dianggap desperate, sementara “yaudah kalau mau pergi, pergi” dianggap paling emotionally mature?🤔🤔
Breakups in your 30s hit differently. It's not the same as heartbreak at 21. At 21, you cry, vent to friends, go out, distract yourself, and somehow you heal. Back then, life felt long, full of possibilities, what ifs, and( second chances). But in your late 20s or as you approach your 30s, it feels different. You are not only losing a person. You are losing plans, routines, and the version of yourself that was building a future with them.
Yg butuh info terkait perngentotan japri aja byy berbagi knowlefge gratis garansi au km riyal tidak membohongi publik spt wowo dan menciptakan alur persetubuhan mahadasyat 🗿
Mmm emg msh relevan ya stereotip karakter based on gender? Mau cwe mau cwo being a "hunter" fine fine aja ko as long as adanya "reciprocity" yang JELAS serta SEIMBANG. Klo bikin kalian bingung mah blm secure aja kalii partnernya
tambahan buat cewek cantik :
cowok itu naluri nya “hunter” jadi kalo dia mau sama kamu, dia pasti cari cara untuk ngejar kamu dengan effort dia abis abisan. kalo dia gaa ada pergerakan, berarti bukan kamu yang dia mau.
kata temen cowoku, meskipun sekarang banyak cowok brengsek tapi cowok itu aslinya makhluk yang fokus, dia gaa akan bingung kalo opsi nya cuma 1. kalo dia bikin kamu bingung, mungkin opsi nya memang lebih dari satu.
jangan sampai perasaan kamu bikin kamu denial sendiri dengan semua fakta yang ada, “jangan memaksa orang yang gaa suka sama kita untuk jatuh cinta sama kita”.