Sangat salut dengan kegigihan Kak Ocha siswi SMAN 1 Pontianak yg protes ke Dewan Juri pun juga masih minta pendapat ke Penonton untuk menyakinkan Dewan Juri.
Gara - gara penasaran coba saya perlambat suaranya dan disandingkan, ternyata Dewan Juri nya yg perlu dipertanyakan.
Kualitas Dewan Juri sekelas DWB yg menjabat Kabiro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI aja begini 😅😂
Alhamdullillah
Tabarakallah
Rakyat Indonesia dapat menikmati manfaat hasil perjuangan mas Didi dan mb Triana
Matur nuwun👍
Perjuangan Didi & Triana Demi Hak "Kuota Anti-Hangus"
Biasanya akhir tahun orang-orang sibuk liburan, tapi pasangan suami istri ini justru menutup tahun 2025 dengan sebuah "kejutan" yang luar biasa buat rakyat Indonesia. Di depan gedung Mahkamah Konstitusi, Didi Supandi (seorang driver ojol) dan istrinya, Wahyu Triana Sari (pelaku UMKM kuliner), resmi menggugat aturan yang bikin kuota internet kita angus gitu aja!
Dalam berita yang diterbitkan https://t.co/RG9T6Jc9Ki, pasangan suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan permohonan uji materiil terhadap Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam permohonan yang teregister dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025, pasangan itu mempersoalkan praktik kuota hangus yang dinilai merugikan konsumen secara konstitusional.
Bagi mereka berdua, internet bukan cuma buat scrolling medsos. Bagi Pak Didi dan Bu Triana, kuota adalah alat produksi. Bayangin, lagi sepi orderan, kuota yang udah dibeli pakai keringat malah angus karena masa aktif habis. Mau kerja lagi? Harus utang dulu buat beli kuota baru. Padahal, itu kan hak mereka yang sudah dibayar lunas.
Gugatan ini tentunya bukan tanpa solusi, mereka minta agar:
1. Sisa kuota wajib di-akumulasi (data rollover).
2. Kuota nggak boleh hangus selama kartu masih aktif.
3. Atau kalau emang sisa, dibalikin jadi pulsa (refund).
Langkah berani pasangan ini bener-bener ngingetin kita sama hadits Rasulullah SAW:
“Khoirunnas anfa’uhum linnas”
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (HR. Thabrani).
Mungkin mereka cuma rakyat kecil, tapi keberanian mereka menggugat UU Cipta Kerja ini manfaatnya buat jutaan orang di Indonesia. Kalau gugatan ini dikabulkan, bukan cuma pak Didi dan bu Triana yang seneng, tapi jutaan driver ojol, mahasiswa, guru, dan kita semua nggak bakal lagi ngerasa "dirampok" oleh sistem kuota hangus.
Mereka nggak cuma mikirin dompet sendiri, tapi mikirin keadilan buat seluruh pengguna internet di negeri ini. Inilah sosok pahlawan di akhir tahun yang sesungguhnya.
Jangan biarkan mereka berjuang sendirian!
@sorotan Semua Orang
#jangkauanluas
𝗦𝘂𝗽𝗿𝗶𝘆𝗼𝗻𝗼 𝗕𝗼𝘁𝗼𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗴𝘂𝗵 𝗜𝘀𝘁𝗶𝘆𝗮𝗻𝘁𝗼 𝗕𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽𝗮𝗻, 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝗞𝗲𝗷𝗮𝗱𝗶𝗮𝗻 𝗢𝗧𝗧 𝗞𝗣𝗞 𝗧𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗣𝗮𝘁𝗶 𝗦𝘂𝗱𝗲𝘄𝗼
Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, menyampaikan tanggapan atas keprihatinan mendalam terhadap kejadian di Kabupaten Pati, yang mana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo.
Usai menjalani sidang keempat, mendengarkan putusan sela majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Pati. Rabu (21/01/2026).
15 tahun lalu, Malaysia menjadikan KPK sebagai role model pemberantasan korupsi. Mereka kagum sekali kepada independensi KPK. Sekarang, Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), KPK-nya Malaysia, kehebatan dan keberaniannya jauh melewati kita. Mereka sangat independen dan ditakuti karena bebas dari partikel kepentingan politik.
Saat ini mereka telah memenjarakan mantan Perdana Menteri Najib dan berani memenjarakan beberapa jenderal tentara dengan mengurai sindikasi korupsi di tubuh Angkatan Tentera Malaysia (ATM). Semua politisi takut untuk melakukan "gerakan tambahan" karena merasa mata SPRM ada di mana-mana.
KPK? Semua telah berubah. Mereka hanya hebat mengelola publikasi dan media. Jangankan manggil Jokowi, manggil Bobby Nasution saja nyalinya ciut. Menyentuh Fuad Maktour saja keberaniannya hanya sampai pencekalan. Ironis dan bikin aura pesimis terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia..
Aku ingin cerita tentang Samsuri, seorang pelatih angkat besi dari Desa Sooka, Punung, Pacitan.
Samsuri menemukan bakat dan membentuk Luluk Diana Tri Wijayana. Luluk, anak petani desa sangat sederhana yg tinggal di rumah semi permanen di Pacitan.
Skng, Luluk adl salah satu prospek terbaik Indonesia. Juara dunia remaja, juara dunia junior, dan pekan ini Luluk mengalahkan juara dunia dua kali asal Thailand utk meraih emas SEA Games.
📸: Kompas, NOC Indonesia
Sudahlah, duit itu gak ada agamanya. Duit gak kenal ustadz, gus atau kyai. Kalau sudah kemakan "mahabbah" duit, apalagi disogok puluhan milyar, semua akan jadi BAJINGAN pada waktunya. Taek kalian semua!
Sama2 lalai dan ceroboh yg sebabkan puluhan nyawa melayang, tapi beda perlakuan.
Yg satu jadi tersangka, yang satu lagi gak dijerat hukum, malah dikasih dana APBN.
Tiga provinsi di Sumatra sudah lumpuh. Tolong terus suarakan keadaan mereka di sana.
Mereka tak boleh terbiarkan sendirian menanggung petaka akibat tangan segelintir orang yang datang hanya untuk merusak alamnya.
https://t.co/jwq6aJosfG