Hal-hal yang bisa bikin rezeki jadi seret:
1. Mulai dari ninggalin salat Subuh.
2. Makan terlalu berlebihan sampai lupa batas.
3. Konsumsi pornografi.
4. Hobi ngomongin keburukan orang lain alias gossiping.
5. Ikut terlibat dalam praktik riba.
6. Jarang banget istigfar dan introspeksi diri.
Kadang kita sibuk mikirin, “Gimana ya biar rezekiku makin lancar?”
Padahal mungkin yang perlu dibenerin bukan cuma cara kita mencari rezeki, tapi juga cara kita menjaga diri.
Just a little reminder for myself: rezeki bukan cuma soal nominal, tapi juga soal keberkahan.
kalau gajimu segitu-gitu aja, tapi setiap bulan masih bisa bayar ini dan itu, makan cukup, kebutuhan terpenuhi, dan bisa berbagi. bisa jadi yang sedang Allah tambah bukan nominalnya, tapi berkahnya
menikah itu lama & seumur hidup, maka cari yang :
1. suka ngobrol sama kamu
2. excited sama kamu
3. cintanya konsisten
4. bersyukur & bangga punya kamu
materi bisa dicari sama-sama, tapi kalau karakter taruhannya mentalmu sama nyawa.
bunyi-bunyian orang dewasa :
- enak nih, ga terlalu manis
- pulang ah, ngantuk
- berminyak itu, kolesterol nanti
- air mineral aja deh
- duduk disini aja yg ada senderannya
Diam → diomongin
Jawab → dibilang defensif
Jelasin → dibilang cari pembenaran
At some point, you just realize: You can’t control people’s narratives about you.
Meletakkan seluruh hatimu pada takdir Allah, bahkan ketika kamu tidak mengerti rencana-Nya.
You cry, you pray, you wait.
But deep down, you believe:
“Apa yang Allah simpan untukmu selalu lebih baik daripada apa yang kamu minta.”
deep banget kalimat ini:
“aku pernah bunuh tanaman karna nyiram air berlebihan. lucunya, dia mati bukan karna kekurangan. and that’s how i learned that people can, too.”
don't be a judgmental person, karna lu gaakan tau seberapa besar usaha seseorang buat ngembaliin hidupnya agar lebih ceria, dan become better than before.
tau silent burnout gak si?
jadi, silent burnout itu dimana keadaan emosi dan mental kita lagi cape cape nya, but you just stay quiet about it dan kita gak pernah yang kayak ngeluh badan sakit karena capek atau mungkin jadi emosi meluap tapi orang yang ngalamin itu kehidupannya tetep berjalan normal tapi hati nya lagi hancur secara perlahan. i think that’s dangerous if we can’t control our emotions.
akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena banyak emosi yang belum di luapin.
Berawal tahajjud karena mencari sembuh, hingga tahajjud karena "butuh". Berawal tahajjud karena mendesak Allah, hingga tahajjud karena ingin minta dipeluk saja. Berawal denial dengan takdir, sampai "Ya Allah aku titipkan semua hidupku pada-Mu".