Caraku menyelamatkan diriku adalah dengan menerima bahwa aku juga bisa salah, bisa jahat, bisa nyebelin. I accept that I can be villain too in someone else's story. Abis itu lebih tenang, bodoamat, dan fokus.
Coba munculin @grok
1. Twit pertamaku
2. Twit paling banyak viewersnya
3. Twit paling banyak komentarnya
4. Twit paling banyak likenya
5. Twit yang paling banyak hujatan
Salah satu bentuk self-awareness adalah sadar kalau kita juga bisa jadi orang yang nyebelin, bisa salah, bahkan jadi villain in someone else’s story.
Gak semua hal harus dibela. Sometimes, we just need to accept that we’re not perfect and learn to be better. That’s it.
Realita kantor:
makin lama kerja, makin sadar kalau bertahan di kantor tuh kadang lebih butuh emotional regulation daripada technical skill.
skill kerja bisa dipelajari, tapi nahan ekspresi muka pas denger omongan absurd, ngatur nada bicara pas lagi emosi, dan tetap profesional di tengah orang-orang yang bikin darah tinggi? NAH, ITU SKILL YANG SEBENARNYA.
professionalism is basically getting paid to manage your facial expressions and not say everything that's on your mind. trust me, ini skill bertahan hidup paling underrated di dunia kerja.
work! Kalian ada ga sih yg tiap berangkat kerja tuh rasanya males/capek/takut dll? Biasanya karna hal apa guys? Jujur aku tiap bangun rasanya udh capek duluan bahkan mikir ini sampe tua ya kita bakal kerja terus?
Kerja di lingkungan tempat orang-orang yang setiap ketemu pertanyaannya cuma dua: "Kapan nikah?" atau becandaan flirting gajelas.
Padahal baru lulus, fresh graduate, lagi haus-hausnya pengen explore dunia, pengen aktif volunteering, main, dan berkembang.