"Tumbuhlah perlahan, bawa tata krama, otak, dan sikap yang baik di setiap langkah. Dewasalah bersama usiamu. Manusia dihargai bukan hanya karena tua, tapi karena paham bagaimana cara bersikap."
Kalo di tanya pengen apa, aku ingin lebih tenang, menerima segala hal dengan lapang, tidak lagi marah, tidak lagi mempertanyakan “kenapa” terhadap hal apapun. Karena aku percaya ya Allah takdirmu senantiasa lebih indah dari apa yang ku rancang.
Kamu sudah berjalan dengan baik, sudah mencoba untuk tetap berusaha, tidak menyerah, kesempatan demi kesempatan sudah kamu lakukan, please tersenyumlah, tolong berbahagialah, walaupun itu sakit dan memaksa, paling tidak itu cara kamu untuk meluapkan kebanggaan pada diri kamu.
Banyak orang sebenarnya lagi silent struggle, kelihatannya aja baik-baik saja.
Masih main, masih ketawa, masih jalan ke sana sini, bahkan masih muncul di story orang lain. Tapi di dalamnya, bisa jadi mereka lagi capek banget, lagi nahan banyak hal sendirian.
Jadi, lebih baik kita jangan gampang menilai dari yang kelihatan aja. Kadang orang yang paling “ramai” justru yang paling lelah.
Coba lebih pengertian sama orang lain. Kita nggak pernah benar-benar tahu seberat apa hari yang mereka jalani hari ini.
Aku setuju banget sama kalimat ini:
“Banyak orang jadi nggak menarik setelah kita tahu cara pikir mereka.”
Dan mungkin itu kenapa aku selalu kagum sama orang yang cara pikirnya luas, tenang pas ngomong, dan ngerti gimana jadi manusia, bukan cuma sekadar hidup. Yang open minded tanpa ngerasa paling benar, yang tau batasan tanpa ngerendahin orang lain, dan nggak gampang ngejudge siapa pun.
Karena kecerdasan itu menarik, tapi empati dan respect itu yang bikin orang pengen tetap ada di hidup kita.
Andai seseorang tahu betapa cepatnya ia dilupakan setelah kematiannya,
maka ia akan berhenti menyenangkan semua orang
dan akan fokus pada Rabb-nya saja.
- Ali bin Abi Thalib -