Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Mahasiswa yang turun cuma 1500 tapi aparat yang diturunin 6000. Ini mahasiswa cuma modal bendera. Aparat modal gas air mata, riot shield, senjata lengkap. Udah kayak mau perang. Pengecut. ACAB!
Orang jarang ngeh waktu kita sabar memaklumi semuanya, tapi begitu kita capek lalu ngomongnya agak keras sedikit, yang mereka ingat cuma sisi kurang ajarnya. Padahal gak ada yang tau seberapa berat kita menahan semua ini sebelum akhirnya meledak.
Keluarganya dibakar hidup2 hanya krn ayahnya membongkar bisnis judi oknum militer
Hingga kini pelaku masih bebas dan digaji negara
Kini dia menjadi saksi mengenai perbedaan perlakuan hukum antara pelaku sipil dengan pelaku dari unsur militer
Penghinaan terhadap Presiden/Wapres sekarang dengan mudah bisa dikriminalisasi. Padahal, dalam demokrasi, kedudukan rakyat itu di atas Presiden. Jadi, kenapa tidak penghinaan terhadap rakyat yang dikriminalisasi?
🚨 URGENT:
In Jakarta, Indonesia (28/8/2025) police brutality has led to a civilian killed after being run over by a Brimob vehicle
CCTV in the area has been shut off. Please help amplify this globally because the Indonesia government and police want to make this stay hidden
Jurnalis IDN Times mendapat perlakuan intimidasi dari polisi yang mengamankan massa aksi Demo Darurat Indonesia #KawalPutusanMK di DPR RI pada Kamis (22/8).
https://t.co/e07QZGMX1M
#IDNTimesNews
Email [email protected] diduga telah diretas pada Kamis (22/8/2024). Email yang dikirimkan oleh Admin DPRNOW berisi pesan utama perlawanan.
Email dikirimkan ke berbagai alamat, termasuk redaksi media nasional.
"HARI INI KITA TURUN BERSAMA UNTUK MELAWAN KETIDAKADILAN "BERSATU KITA TEGUH, BERPECAH KITA RUNTUH, ATAU KITA AKAN KEHILANGAN NEGERI INI SELAMANYA!", tulis email tersebut.
| Narasi
#JadiPaham #Narasi
PERINGATAN DARURAT
Kalau kalian melihat poster berwarna biru dengan tulisan PERINGATAN DARURAT, ini memang darurat.
Teman-teman, ini perlu kita sebarkan. Pertama, karena kita marah, dan berhak untuk itu.
Kedua, supaya sebanyak-banyaknya orang tahu apa yang terjadi di gedung DPR bukan rapat untuk kepentingan rakyat.
Presiden dan DPR harus menghentikan segala upayanya menentang Putusan Mahkamah Konstitusi.
Simak Catatan Najwa selengkapnya dalam video.
| Mata Najwa