relate. ngebayangin cerita dengan excited tapi lawan bicara kita pikirannya sedang tidak disitu. seperti ngobrol dengan tembok rasanya. it's hard for both.
Di balik yappingnya yang nggak ada habisnya, Yoon Kyungho ahjussi ternyata menyimpan kisah yang begitu mengharukan 🥹
Pas masih kecil, setiap pulang menonton film dan bahkan belum sempat melepas sepatunya, Yoon Kyungho selalu bersemangat menceritakan alur cerita film yang baru dia tonton ke ibunya. Ibunya selalu mendengarkan sambil tertawa dan menikmati cerita putranya.
Namun, pas mulai remaja, hubungan mereka mulai renggang dan mulai jarang ngobrol. Di masa itu, ibunya ternyata mengalami depresi berat hingga akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
Setelah kejadian itu, neneknya berpesan agar penyebab kematian ibunya disebut sebagai kecelakaan jika ada yang bertanya. Yoon Kyungho ahjussi pun mengaku baru bisa menceritakan kebenaran itu untuk pertama kalinya di acara tersebut.
Grief of losing someone you used to count on and never had a thought of how's life without them. But life goes on, and I have to ground zero again. Alone.
Siwaluh Jabu, a Karonese indigenous house. It’s not only so BIG that it traditionally hosted 8 families in a single house, but its architecture is also deeply tied to cosmology, music, & ancestors. Kabanjahe could’ve been Bolzano if the govs had enough GUT to preserve heritage.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
WASTANAAA HAIKAAAALLLL YA ALLAH CANTIK BAGUS BANGET SPEECHLESS MAKASIHHH WASTANAHAIKAAAAALLL 😭😭😭❤️❤️ @wastanahaikal@wastanahaikal
@;@;;&4&3@OAKWKAKWMWKWN19394$;@;,’fmdk!KEYBOARDSMASH! 😭😭😭💔💔
@firufd Teman aku magang sudah 10 bulan di tempat sekarang. daftar di tempat lain malah ditawarinnya magang lagi. itupun title doang magang, tapi workload setara karyawan. kenapa sih tidak rekrut jadi karyawan saja.
Guys Prabowo baru saja digugat di PTUN Jakarta.
Bukan oleh partai oposisi. Bukan oleh politisi. Tapi oleh koalisi masyarakat sipil CELIOS, AJI, WALHI, Indonesia for Global Justice, dan beberapa organisasi lainnya.
Gugatannya soal apa?
Perjanjian dagang Indonesia-Amerika yang Prabowo tanda tangani tanggal 19 Februari 2026 tanpa persetujuan DPR. Tanpa partisipasi publik yang bermakna.
Namanya Agreement on Reciprocal Trade atau ART.
Dan ini bukan gugatan receh.
Pasal yang dilanggar sudah jelas. Pasal 11 UUD 1945 presiden mau bikin perjanjian internasional soal perdamaian, perang, atau perdagangan harus minta persetujuan DPR dulu. UU Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional pasal 2 dan 10 juga dilanggar.
Sebelum gugatan ini masuk CELIOS sudah kirim surat keberatan resmi ke Presiden tanggal 23 Februari. Berdasarkan undang-undang Presiden punya 10 hari kerja untuk merespons.
Batas waktunya 9 Maret 2026.
Tidak ada respons. Tidak ada tanggapan. Tidak ada tindakan apapun.
Diam total.
Dan diam itu dalam hukum administrasi negara — bukan berarti tidak ada masalah. Justru sebaliknya. Diam itu memperkuat landasan gugatan.
Dua hari setelah batas waktu habis gugatan resmi didaftarkan ke PTUN Jakarta.
Koalisi juga minta provisi agar PTUN menunda pelaksanaan ART selama proses sidang berlangsung sampai ada putusan berkekuatan hukum tetap.
Bhima Yudhistira dari CELIOS bilang sesuatu yang perlu digarisbawahi.
ART bukan perjanjian dagang biasa. Ini perjanjian yang secara fundamental mengubah arah kebijakan ekonomi Indonesia dari kedaulatan nasional menuju ketergantungan struktural pada kepentingan Amerika Serikat.
Dan ini perlu dikaitkan dengan yang sudah gw bahas sebelumnya.
Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah memutuskan bahwa Trump tidak berwenang menentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya fondasi hukum dari sisi Amerika juga bermasalah.
Malaysia sudah batalkan perjanjian serupa setelah putusan itu keluar. Bilang terang-terangan — perjanjiannya tidak ada lagi.
Dan sekarang Indonesia punya dua masalah sekaligus.
Dari dalam perjanjian ditanda tangani tanpa prosedur konstitusional yang benar. Digugat di PTUN oleh masyarakat sipil.
Dari luar fondasi hukum perjanjian itu dari sisi Amerika juga sudah digugurkan pengadilannya sendiri.
Perjanjian yang dari dua sisi hukumnya bermasalah. Dan tidak ada satu pun penjelasan publik yang transparan dari pemerintah soal manfaat konkretnya bagi rakyat Indonesia.
Feri Amsari sudah bilang ini dari awal kalau presiden tidak patuh konstitusinya sendiri dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan sekadar prosedur.
Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.