Maarten Paes & Emil Audero setelah Indonesia berhasil juara 🥹 Keduanya berpelukan, bersalaman, lalu kembali berpelukan. 🇮🇩🙌
Sayangnya mereka tidak pernah dimainkan bareng oleh Coach John Herdman
Ini realitas yang jarang keluar ke permukaan di perusahaan besar.
IT adalah departemen yang paling sering kena tekanan kerja gila.
Aplikasi harus jalan 24/7, downtime dikit aja langsung berabe.
Tapi penghargaan buat tim IT seringkali nggak sebanding sama keringatnya.
Yang naik jabatan atasannya, yang lembur sampe lupa punya keluarga timnya.
Ironis banget pas kerja keras anak buah dipake buat kenaikan karir orang lain.
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
Momen ketika tokoh besar Indonesia alumni UGM (ASLI) seperti Anies Baswedan, Cak Imin, Airlangga Hartanto, hingga Sri Sultan Hamengkubuwono X bersilaturahmi di kampus tercinta.
Kayak ada yang kurang.. 🤔
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”