Let's make this clear: If you talk to that Woman every single day, and you are giving her your time, your attention, your compliments, and your presence, she will slowly become attached and start developing real emotions.. Even if she never meant to.. Even if it wasn't part of the plan. Feelings grow naturally over time. So before you start creating that closeness and emotional bond, ask yourself if you're ready to stay consistent. Because suddenly pulling without explanation can hurt more than you realize.. Emotional inconsistency is quite common in this generation.
i lost my spark after my last relationship. but aku sekarang lebih memilih buat sembuhin diri sendiri dulu. start solo traveling kesana kesini, belajar hal baru, rajin olahraga lagi, mulai suka baca buku, nyobain coffeshop baru, dan luangin waktu sama keluarga juga pas libur. it took me a year to fully heal, but finally found my spark again. i started enjoying my hobbies, smiled more, and just did whatever made me happy. sometimes. that’s all you really need🥺🤍
carilah cowok yang sayangnya melebihi ayah kalian. yang selalu menjaga, melindungi, dan mengusahakan yang terbaik untukmu. yang sabar menghadapi sikapmu, tidak pernah berkata kasar, apalagi sampai melukai fisik dan mental mu. karena perempuan yang dicintai dengan tulus tidak akan dibuat takut, melainkan dibuat merasa aman, dihargai, dan dibahagiakan setiap harinya.
my mom once told me "accountability will always feel like an attack when you are not ready to acknowledge how your behavior harms others" and that shit is real.
just APOLOGIZE to your partner when you know you messed up bruh… all that manipulative behavior and getting mad at them for being upset when they have a valid reason is just weird. people love to say they’re grown until it’s time to take accountability.
Wanita tidak bercerita,
Tapi tiap malem:
"Bisa ga ya?"
"Sampai kapan ya?"
"Harus gimana lagi ya?"
"Harus kemana lagi ya?"
"Ada jalan ga ya?"
"Ada yang mau bantu ga ya?"
aku pernah dimarahi karna berusaha menjelaskan apa yang aku rasakan, aku pernah di diamkan karna aku berani mengutarakan kekecewaan. lalu pada akhirnya aku sadar, bahwa aku tidak pernah diberi waktu untuk membela diriku sendiri, tapi semua menjadi salahku, dan aku dituntut harus diam mengerti, memahami, serta menerima semuanya.