Di SMP Islam Plus An Nahdliyah Gobang, IFP bukan cuma buat nyetel video😎. Tadi anak-anak sendiri yang demo koding E-Wing (Early Warning Fungus Infection Gokil) pakai IFP. Mereka koding untuk deteksi dini jamur bawang merah lewat data tanah pakai pictoblox. Presentasi juga menggunakan IFP, diajari membuat slide presentasi pakai aplikasi canva. Nah canvanya pakai akun https://t.co/YgGZAthLlN sehingga layaknya akun pro, bisa remove bg loh😂. Madilog hidup di sini, Pak. Digitalisasi berhasil kalau manusia yang terlibat di dunia pendidikan punya semangat dulu. #GokilGobang
Make simple with koding. Memperkenalkan dan mempresentasikan sebuah aplikasi yang akan menjadi pondasi pembelajaran di SMP Gobang. Kurikulum jelek? Aku gak tahu. Beneran!🙏
Di suatu rapat orang tua wali murid pernah saya sampaikan. Sekolah nggak sanggup kalau urusan anak semuanya dibrekne ke sekolah. Orang tua sebagai penjaga gawang di rumah ya harus aktif berkomunikasi dengan anaknya, sesibuk apapun harus tahu pergerakan anaknya, dengan siapa mereka bergaul, apa yang dibuka gadgetnya, harus "hadir" dan harus sering ngobrol juga.
Pernah merasa anak atau siswa sekarang makin sulit fokus belajar atau gampang kehilangan konteks saat diajak diskusi mendalam? Ini bukan sekadar soal kurang niat belajar, ada penjelasan neurologis di balik fenomena ini. Video pendek serta game online dirancang untuk memberikan gratifikasi instan. Otak anak dibombardir dopamin dalam hitungan detik. Masalahnya, proses belajar seperti memahami rumus, merangkai argumen, atau membaca buku membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bagi otak yang terbiasa dengan kecepatan tinggi, aktivitas belajar terasa seperti siksaan karena tidak ada imbalan cepat yang mereka dapatkan.
Kita sedang melatih generasi muda menjadi pelari sprint yang terbiasa pindah topik tiap 15 detik, tapi di sisi lain kita menuntut mereka untuk lari maraton dalam memahami materi kompleks. Akibatnya, mereka memang jago memindai poin utama, tapi kehilangan kemampuan untuk memahami nuansa atau logika yang berlapis. Otot kognitif mereka untuk membangun koneksi antar ide jadi kurang terasah karena terlalu terbiasa menerima informasi yang sudah matang dan siap saji.
Apakah solusinya melarang total? Tentu tidak, karena teknologi sudah menjadi bagian dari dunia mereka. Yang kita perlukan adalah melakukan restorasi kognitif. Kita bisa membiasakan anak melakukan kegiatan tanpa gawai selama beberapa waktu, karena di saat itulah kreativitas biasanya muncul atau ajak anak main di luar sebentar. Ajak juga mereka berdiskusi aktif tentang apa yang mereka tonton. Tanyakan pendapat mereka agar posisi mereka bergeser dari sekadar penonton pasif menjadi pemikir yang kritis. Terapkan pula zona bebas layar terutama saat mendekati waktu tidur agar kualitas otak saat beristirahat tetap terjaga. Otak itu plastis dan bisa dilatih kembali. Kuncinya bukan mematikan teknologi, tapi memastikan teknologi tidak mematikan kemampuan mereka untuk berpikir mendalam. Mari kita pelan-pelan kembalikan fokus mereka. 🙏
Arsenal gak juara ya? Salah sendiri main parkir bus kayak tim medioker saja. Oh terpengaruh permainan menjelang juara pl, yang hanya golin 1 bertahan sampai peluit panjang. Tapi, Ini Eropa Pak Teta....... Hadehhhhhhhhhhh
Pak @zanatul_91, saya setuju soal masalah literasi dan numerasi dasar anak Indonesia saat ini sangat parah. Tapi soal penyebab utamanya, data World Bank agak beda (paper terlampir di akhir reply saya ini).
Menurut laporan mereka, kehilangan pembelajaran terbesar justru datang dari penutupan sekolah karena COVID-19 (Maret 2020 hingga 2022). Estimasi kerugiannya 0,9-1,2 tahun Learning Adjusted Years of Schooling (LAYS). Skor PISA setara membaca turun sekitar 25 poin. Sebelum pandemi pun Indonesia sudah tertinggal (53% learning poverty), dan penutupan sekolah yang panjang plus pembelajaran jarak jauh yang hanya efektif 10-40% makin memperburuk keadaan (terutama di daerah rural dan keluarga berpenghasilan rendah).
Merdeka Belajar / Kurikulum Merdeka justru disebut World Bank sebagai bagian dari upaya pemulihan: penyederhanaan kurikulum saat pandemi, asesmen nasional literasi-numerasi mulai 2021, program pengembangan guru, platform Rumah Belajar, serta dorongan hybrid learning. Bukan sebagai biang keladi kerusakan.
Referensi:
https://t.co/Z5LnL2E2fa
https://t.co/Cz0ERy1hJb
Di sekolah, KSP kami maknai seperti ini:
Kurikulum Merdeka = Android
SMP Islam Plus An Nahdliyah Gobang = Xiaomi
KSP An Nahdliyah Banget = MIUI
Bebas ngatur urutan pembelajaran, tapi tetap nyambung ke CP nasional. Inilah merdeka yang kami wujudkan di Gobang. #KSPAnNahdliyahBanget