Guys, siapa tau ada yang ketemu Bapak ini dibeli aja guys penitinya, Bapaknya jual 2 ribu, maaf bapaknya tuna netra. Aku kemaren”ketemu di halte Rawa Buaya, nah beberapa hari ini gak liat, kurang tau bapaknya kemana 🙏🏻
Semoga gak ada yang jahatin ya Pak
Guys plis do your magic🙏🙏🙏
Kalo bukan sesama kita yang peduli
Siapa lagi guys🥲
sc:threadssantaclaudiasitepu
yaAllah lindungi kami dan menangkanlah kami rakyat Indonesia 😭🙏
stay safe buat mahasiswa, buruh, pekerja, ojol dan semua warga yang turun aksi demo hari ini, kita harus bawa kemenangan!!
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
@ardisatriawan Rakyat biasa? Minimal 4-6 tahun, ribet proposal, sidang, revisi, duit abis, hidup kacau.
Elit Polri? Aturan kampus langsung ditendang, dosen sujud, gelar diantar ke kantor.
GUYS INI BENERAN GASIH 😭, soalnya citra dia baik banget di masyarakat, masa dia ternyata perusahaan yg ngerusak pulau pulau, semoga ga bener ya soalnya dia keliatan baik banget
Eh ini penting banget guys, ini udah sampe ke media belum tolong di up. Nelayan Indonesia dan Pakistan saat ini disandera oleh bajak laut dari Somalia.
WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI
Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.Kronologi Penjebakan: Modus Informasi NarkobaAksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi.
Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal.
Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi.
Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut