@infobdg Walaaah..kalau terus2an disebut tanggung jawab bersama mah nanti malah tidak ada yang bertanggung jawab. pan kitu Om Bandung anu bageur..dan secara anggaran tidak begitu..Kang Farhan yg harus ekstra proaktif ke gubernur buat kucurin dana buat PJU jalan Provinsi.
Berikut video ulasan saya "Kasus Nadiem : BUAT APA ..?" Silahkan dikomentari, dibahas & disebarkan. Boleh dikutip media, boleh dibuat clip juga. Salam, Dino Patti Djalal #ididnotSignupforthis!
@ChatibBasri feasibility study dr project hrs mmproyeksikn dampak jangka panjang dr kebijakan interest rate & dampaknya thd kemajuan sektor2 trkait. Jika return di awal kurang, namun scr jangka panjang kebijakan interest diproyeksikan akan menstimulasi iklim bisnis, investasi bs tetap jalan.
Danantara adalah salah satu kegilaan termahal dalam sejarah Indonesia. Hampir seluruh pengurusnya adalah pekerja paruh waktu. Mereka masih menjabat sebagai anggota kabinet merangkap pengusaha. Ini adalah ketamakan terbuka yang dipertontonkan ke seluruh dunia. Memalukan!
Orang marah bukan soal Anies, bukan soal Kaesang.
Tapi soal hukum tata negara, yang secara telanjang dimain-mainkan.
Penduduk ratusan juta diperlakukan laksana onggokan daging yang tak dianggap keberadaan dan kesadarannya.
TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR memberikan penjelasan kenapa di dalam RUU Penyiaran terdapat larangan terhadap jurnalisme investigasi.
Makin aneh sih ini 😞
--- FEAR MONGERING ---
Ya, Anda tidak salah membaca. Tulisan ini adalah upaya framing terhadap Prabowo dan Gibran. Tulisan ini adalah pendapat saya, tentang kondisi yang akan terjadi jika mereka berdua terpilih sebagai presiden dan wakil presiden RI. Tulisan ini dibuat untuk membuat Anda berpikir ulang untuk memilih mereka berdua. Tulisan ini adalah negative campaign, sebagai counter argument untuk semua gimmick suka cita, riang gembira dan move on.
Berkaca pada pengalaman debat capres dan debat cawapres, terlepas apapun yang Prabowo dan Gibran sampaikan, terlepas dari argumen dan kontra argumen yang mereka berdua sampaikan, saya melihat ada kecenderungan uncontrolled emotional outburst.
Yang tua tampak menunjuk2 lawan bicara.
Yang muda tampak provokatif dengan menjadi 'pemandu sorak' di kedua debat.
Dan ini adalah wajah dari orang2 yang mungkin akan menjadi pucuk pimpinan tertinggi dari Republik Indonesia (jika Anda tidak segera berpikir ulang).
Lalu apa yang membuat kita harus berpikir ulang?
Netizen A: bukankah sejak ada amandemen, kekuasaan presiden sudah direduksi dan diseimbangkan dengan menguatnya kekuasaan legislatif dan yudikatif?
Jangan lupa, besaran gaji anggota DPR dan gaji hakim, ditentukan melalui Peraturan Pemerintah. Jangan lupa, besaran tunjangan anggota DPR dan hakim ditentukan oleh Keputusan Presiden.
Jangan lupa, sebagian (besar) anggota DPR adalah orang2 yang 'belum selesai dengan hidupnya'. Mereka masih mencari penghasilan.
Penghasilan yang (jika jujur dan tidak mencari proyekan) ditentukan besarannya oleh pemerintah cq. presiden (dan wapres jika presiden berhalangan tetap).
Dengan bargaining position seperti itu, apakah legislatif dan yudikatif bisa fair dalam menilai dan/atau mengawasi tindak tanduk pemerintah? Tidak.
Ini bisa menjadi lebih parah, jika koalisi pengusung presiden mendominasi legislatif. Ketua umum partai jadi presiden, ketua umum partai jadi menteri. So, lupakan saja fungsi check and balance dari legislatif.
Anggap saja kewenangan pemerintah dengan persetujuan DPR yang diatur di dalam UUD sama dengan kewenangan pemerintah saja. Karena DPR pasti setuju.
Ketiadaan fungsi check and balance dari legislatif, ditambah dengan kecenderungan uncontrolled emotional outburst dari presiden (yang jika berhalangan tetap digantikan wapres), mestinya membuat kita berpikir ulang untuk mencoblos Prabowo dan Gibran dalam Pilpres tahun berapapun.
Pikir ulang sebelum memilih Prabowo. Dia punya hutang masa lalu yang belum diselesaikan. Sebagai salah satu ketua umum dari partai yg dominan di DPR, dia bisa mengusulkan untuk membentuk peradilan HAM untuk memeriksa dan memutus semua 'gosip 5 tahunan' yang melekat pada dirinya.
Pikir ulang sebelum memilih Gibran. Dia bukan anak muda terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Dia ada di kertas suara karena dia adalah anak presiden. Anak presiden yang konon kabarnya berprestasi, bukan anak muda yang berprestasi dan kebetulan anak presiden.
Pikir ulang sebelum memilih mereka berdua. Mereka adalah pasangan yang menikmati keputusan yang diambil dalam kondisi ada pelanggaran etik.
Formulanya dapat disimpulkan sebagai berikut:
Jika mereka berdua terpilih, Indonesia akan dipimpin oleh sepasang manusia + dengan kecenderungan uncontrolled emotional outburst + penikmat nir etika + ketiadaan check and balance legislatif (dan yudikatif).
Bayangkan formula di atas sebelum Anda menentukan pilihan Anda.
Bayangkan formula di atas saat Anda mulai terbuai dengan move on, gemoy, hilirisasi, dsb.
Nih @nuicemedia bego. Nggak pake data.
Bagian TERBESAR ekonomi Jakarta adalah sektor jasa hotel, makanan, logistik, dan perdagangan. Tatap muka.
Memangnya bisa pelayan dan kasir work from anywhere? Memangnya bisa kurir from anywhere? Memangnya bisa cleaning service work from anywhere?
I just wanted to send this farewell message to all Manchester United supporters.
I would like to express my unwavering gratitude and appreciation for the love from the last 12 years. We’ve achieved a lot since my dear Sir Alex Ferguson brought me to this club. I took incredible pride everytime I pulled on this shirt, to lead the team, to represent this institution, the biggest club in the world was an honour only bestows upon a few lucky footballers.
It’s been an unforgettable and successful period since I came here. I didn’t think from leaving Madrid as a young boy we would achieve what we did together.
Now, it’s the right time to undertake a new challenge, to push myself again in new surroundings.
Manchester will always be in my heart, Manchester has shaped me and will never leave me.
We’ve seen it all. 🤘🏼❤️
“Kota kami gak punya duit buat bikin bus!”
Bukan duit yang kalian gak punya, tapi political will.
Semarang punya APBD yang lebih kecil (5,9 T) dari Bandung dan Surabaya, tapi mereka mau menggelontorkan dana hingga 200 M (3,3% APBD) setiap tahunnya untuk Trans Semarang
Surabaya punya 11 T tapi hanya berani mengeluarkan 70 M (0,6% APBD)
Bandung punya 7,2 T tapi hanya berani keluar 13 M buat busnya (0,18% APBD)
Tinggal lihat mana yg punya transportasi umum lebih bagus dan reliable
Bayangin beli rumah 200 Milyar di Bukit Golf Pondok Indah
BPHTB 10 milyar
PBB 600 juta setaun
Keluar komplek ketemu macet dan slum
Air minum masih harus gonta-ganti galon
Udara yg dihirup AQI nya ungu
Tahi manusia masih disimpen di septic tank masing-masing
Bapak @ridwankamil ysh. apakah benar para peserta PPDB tidak bisa memantai secara online atau realtime pergerakan peringkat anak kami di SMA yg dituju?