Liat video seorang kakek mengibarkan bendera sendiri sambil nyanyiin lagu Indonesia Raya sampek stanza 3. Reflek nangis ketika baca komen "liriknya terlalu suci untuk negeri yang kotor ini". Kek, njir, iya lagi.
harapnya prabowo tak dendam lah kan pasal tweet i tu. im so sorry for saying belakang abu lahab 😭 mungkin sebenarnya pak president nak depan abu lahab 😭 idk bro
Gw tu kalo ketemu orang yg nyebelin, kolot dan aneh banget pola pikirnya (menurut gw), suka reflek ngomong "sama aja logikanya kek si prabs", "Ni orang nyambung nih sama si prabs", "bestinya si prabs nih", dan sejenisnya.
Kesalahan Prabowo dalam penyebutan pendapatan kupas bawang 700 ribu/kilo itu bisa karena
1. Salah ucap alias kepleset. Tapi biasanya kalau gini langsung dibenerin. Contohnya saat Prabowo salah sebut naikin gaji guru, eh ternyata gaji hakim
2. Dia gak ngerti apa yang dia ucapin alias gak napak tanah. Bagi dia gak ada bedanya 700 ribu/kg atau 700/kg. Pemimpin yang kayak gini bahaya banget karena gak bisa menentukan kebijakan berdasarkan data dan bahkan gak bisa baca data.
Baru aja 2 minggu lalu mau beli bensin, Suami bilang kalo dia lupa bawa dompet, trus aku timpali, kan aku ada qris, ntar aku yg bayar aja. Dan baru tau kalo SPBU nggak terima qris :')
Seperti yang dikatakan oleh Anthony Trollope, novelis terkenal asal Inggris, dialog harus memberi kontribusi terhadap pengisahan cerita.
William Noble menambahkan: dialog dalam prosa tidak boleh membosankan.
Contoh 1:
"Kamu sudah makan?"
"Sudah."
"Makan apa?"
"Nasi."
Contoh 2:
"Kamu sudah makan?"
"Sudah, tapi rasanya hambar. Sejak tadi aku terpikir tentang surat itu. Kira-kira, siapa yang mengirimnya?"
=================
Lihat bedanya? Contoh 1 jadi sekadar basa-basi, sedangkan dialog di contoh 2 menggerakkan cerita: mengandung konflik dan emosi.
Lalu, kenapa buku-buku lokal masih menggunakan dialog nirguna? Nah, itu saya kurang yakin penyebab pastinya. Asumsi saya, itu karena kita terbiasa berbicara seperti itu di dunia nyata sehingga terbawa ketika menulis.
Laporan dari Korea di program KLAB, KBS tentang MBG:
Sejak tahun lalu, siswa, balita, ibu hamil -- sebanyak 83 juta orang menerima 1 kali makan siang gratis.
Keliatannya bagus.
Tapi kata Prof. Youngkyung Ko dari Yonsei University:
"Proyek sebesar ini, tapi dijalankan dengan tergesa-gesa. Padahal anggarannya LUAR BIASA, 320 triliun rupiah. Hampir 18% dari total anggaran negara."
"Tapi program ini dijalankan secara nasional, tanpa persiapan yang matang, pengadaan, SOP, dan rantai pasok yang matang. SEMUA BELUM SIAP. SEMUA BERANTAKAN."
Belum lagi, ternyata operasional program ini berbeda dengan yang biasa kita kenal (di Korea, makan siang dimasak di dapur sekolah).
Bukannya dimasak di sekolah, tapi dipesan dari pihak ketiga. Lalu diantar ke masing-masing sekolah.
Indonesia panas, belum lagi dimasak pagi-pagi, membuat kondisi makanan jadi kurang baik. KERACUNAN DI MANA-MANA.
Koresponden KBS di Indonesia:
"Kalau saya tanya warga sekitar, harusnya MBG bukan prioritas, lebih utama kesejahteraan rakyat dan stabilitas harga dibanding menghamburkan uang untuk program ini."
Pemerintah akhirnya menghentikan sementara program ini selama liburan sekolah. Tapi kontroversi terus berlanjut.
Prof. Youngkyung Ko:
"Pemerintah langsung menggelontorkan dana besar-besaran untuk BGN, sampai terus menerus ada dugaan korupsi. Sampai akhirnya petinggi BGN ditangkap Kejaksaan karena korupsi."
"Belum lagi keterlibatan militer di program ini."
"Sejak Prabowo jadi Presiden, tentara boleh menduduki dan menjalankan jabatan sipil."
"Hasilnya, semua koneksi militer berbondong-bondong masuk ke bisnis program MBG ini."
Mahasiswa dan masyarakat pun turun ke jalan khawatir pemerintahan sipil sejak reformasi, akankah kembali ke rezim militer?
Betul bangett 🥲. Suruh ikut prosedur ga mau, giliran "kena" merasa si paling korban yang amat terdzolimi. Some case malah pilih bayar orang karena ga mau (tahu) urus sendiri, ngeluh mahal_padahal kalo diurus sendiri mah gratis/murah. Di daerahku banyak banget yang begini, hiks.
Sering menemukan yg marah2 gini tuh yg ga paham sama prosedur - gamau cari tau duluan - dikasih tau malah marah2 'KENAPA SIH DIPERSULIT MENTANG2 BPJS. BPJS JUGA BAYAR LHO' gitu. Pernah liat langsung depan mata soalnya ada pasien begini 😩
Baru tau jir ternyata ungkapan tujuh turunan tuh punya basic ilmiah.
Kirain cuma keasbunan orang tua zaman dulu aja 🤣
Setelah baca2, teorinya tuh tiap orang nerima sekitar 50% DNA autosomal dari masing2 orang tua
Maka:
- Orang tua → 50%
- Kakek/nenek → 25%
- Buyut → 12,5%
- Generasi ke-5 → 6,25%
- Generasi ke-6 → 3,125%
- Generasi ke-7 → 1,56%
- Generasi ke-8 → sekitar 0,78%
Bener dong klo less than 1% hahaha. Berarti nyumpahin orang sampe tujuh turunan tuh punya basic ilmiah 🤣