BREAKING: Indonesia's rupiah reached its weakest level ever against the US dollar Thursday. The rupiah is now 18,028 against the dollar, despite the central bank's efforts to support the currency.
🔴 More on https://t.co/5H0QqpggO4
@sby_workerspt@e100ss@tfsurabaya Di Indonesia banyak tindakan kuratif, setelah ada masalah baru bertindak.
Jarang sekali tindakan preventif, yaitu pencegahan jangan sampai terjadi masalah.
Ada tindakan preventif pun dikorupsi. Seperti perijinan bisa lolos kalau lewat orang dalam.
Trump told Americans the bombing of the Minab girls' school was "done by Iran."
Then investigators, satellite imagery, and multiple news organizations began reporting something very different.
The school wasn't just collateral damage.
It appears the school itself was on the target list, allegedly due to outdated intelligence that misidentified it as a military site.
The result?
Roughly 165 people killed.
Most of them children.
Many of them schoolgirls.
So let's review:
A girls' school is destroyed.
Trump blames Iran.
Then evidence emerges pointing to a U.S. strike.
Those children deserved better.
And the American people deserve the truth 💔
@sungchanana@karirfess Kalau mau jalan-jalan, ya pangkat Presiden dan Seskab ditaruh dulu.
Ambil cuti, menggunakan maskapai umum, pake celana pendek dan baju Hawai.
Keluarga mama Yasinta Moiwend memberikan pernyataan pada 30 Mei 2026. Mereka menjelaskan tentang kronologis mama Yasinta putus komunikasi dengan keluarga sejak 24 Mei 2026.
Keluarga menceritakan dugaan keterlibatan aparat (TNI), perusahaan, juga orang pemerintah.
Video dari @News_jubi
#mamayasinta #merauke #TNI #PapuaSelatan
@roninveluv Nope,
Setiap ke Jakarta tenggorokanku sakit. Musti adaptasi dgn tingkat polusinya.
Macet, padat, riuh.
Rekor paling lama di Jakarta hanya 2 bulan.
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Matahari hampir melepaskan ledakan raksasa ke antariksa… tapi gagal.
Astronom menemukan medan magnet Matahari bertindak seperti sangkar raksasa yang menahan letusan itu hingga jatuh kembali.
#Astronomi#Matahari#SolarFlare#LangitSelatan#SELA#SpaceWeather