Salah satu kebodohan saya di masa lalu:
Menyogok Tuhan, Menipu Tuhan.
Dengan apa? Dengan Doa saya sendiri.
"Tuhan, berikan saya rejeki yg banyak, saya janji akan membantu orang banyak kalau dikasih rejeki yg banyak. Saya akan bantu Panti Asuhan. Saya akan bantu Rumah Ibadah. Dll".
Memang, semua perbuatan baik tadi akan lebih mudah terlaksana jika Doa saya Benar² Terkabul.
Tp tanpa sadar, semuanya itu PALSU.
Saya tidak benar² peduli dengan menolong orang lain. Tidak peduli dengan Panti Asuhan. Tidak peduli dengan Rumah Ibadah.
Semua tentang saya Sendiri: Saya Ingin Rejeki Yang Banyak.
2015, saya ketemu teman, saya lupa namanya, tp saya terkesan. Waktu itu saya pulang ibadah diantar sama dia, motornya bukan motor yg bagus, motor jadul yg sangat sederhana.
Jam 9 malam, Lewat jalan belakang Pasar BSD (saya dulu ngekost di Serpong) kami liat bapak² yg kondisinya memprihatinkan, gak jalan tp ngesot. Itu jalanan gelap, gak ada orang sama sekali.
Singkatnya temen saya ini berhenti, tau² keluarin uang 50ribu (cuma ada 1 di dompetnya), dikasih ke bapak ini. Bapaknya nangis² bilang terimakasih.
Saya malu, di dompet saya ada uang sekitar 300ribu, tp saya cuma diem liatin saja.
2016 saya ketemu teman lagi (maybe kamu baca thread ini sekarang) dimana waktu itu saya belanja sama dia, tau² dia beli beberapa coklat, selesai belanja, dibagikan ke anak² pengemis diluar minimarket.
Daru situ saya sadar:
bahwa sebaik²nya menolong orang, bersedekah, beramal, dll itu bukan tentang apa yg kita wacanakan kedepan, tapi apa yg bisa kita lakukan hari ini dan seterusnya, dengan apa yg kita punya/apa yg dititipkan orang lain kepada kita saat itu juga.
Dari situlah niatan kita akan benar² diuji.
Apakah kebaikan kita hanya untuk kita sendiri, sekedar pencitraan kepada Tuhan supaya kehendak pribadi kita tercapai, atau memang kita ingin benar² berpartisipasi menjadi perpanjangan Tangannya.
Saya percaya bahwa Tuhan akan memberkati setiap orang sesuai porsi & kapasitasnya masing².
Kalau memang ingin menjadi perpanjangan tanganNya, Gausa nunggu kaya:
Contoh praktis yg bisa temen² coba:
Sisihkan 500 tiap hari buat disumbangkan ke Masjid/Panti Asuhan. Kalau memang ingin merasakan/melihat langsung dampaknya, tabungan yg beberapa rupiah tadi beliin makanan "enak" (roti, biskuit, susu kotak,dll)
Kemudian ...
@tropicalion Berjuang untuk keadilan itu gk perlu nyalahin satu sama lain, pahami dulu kata keadilan, kata ADIL itu berarti segalanya gk usah maksa in yg lain berperilaku adil, KON GUDUK TUHAN, jadi intropeksi penting gk usah menilai yg lain tolong delok en awkmu sek
@tropicalion Intinya keadilan itu berharap sama dunia yg fana ini gk akan menemukan titik paling adil, selalu ada aja pihak dirugikan dan di untungkan, perkataanmu kalau cuma menggiring opini biar membenci suatu golongan dengan embel"keadilan mending sholat lebih bermanfaat, dasar nganggur
Bayangin, jam² segitu kalian kehabisan duit, belum makan. Mau minta siapa??
Aku pernah di posisi ini, dan itu sakit bgt 🥲
Pokonya gausa sungkan, selama saya masih on & mampu, siap antar, GRATISS.
Pingin lihat sih gimana cara supporter war tiket wkek,ingat ini adalah sebuah bisnis yang dibalut embel"yang umumnya kita sebut dengan kebanggaan,apa yg akan terjadi pada media sebelum atau sesudah itu?wkekek,ceritanya tetap sama kok saling menggerogoti satu sama lain