Bantu kamu mulai karir sebagai remote worker digaji $ | Pengalaman handle client dari Asia, Eropa, Amerika | Sudah bantu 50+ orang tembus kerja remote $1000 💰
Banyak org bangun koneksi di LinkedIn tapi gak tau cara nargetin client international.
Klo serius mau kerja remote global, lu harus pake LinkedIn Sales Navigator.
Tembus 150 like, gue jelasin caranya step by step🚀
Pro-tip to video creators:
Add captions to your videos. Most people scroll Timeline with volume off. It will increase engagement on your content by 5x.
We’ll be adding this natively to our video uploader soon.
Sekarang org2 belajar AI beneran karena udh ngerasa ini langsung ngaruh ke daya saing kerja mereka, apalagi di mata recruiter yg harus milih 1 org terbaik dari ribuan bahkan jutaan pelamar di posisi yg sama.
nder, kamu siap gak kerja di shift malem gitu? aku dlu awal2 juga agak kewalahan sih.. tapi lama lama mulai terbiasa.
tpi klo kamu beneran gak mau shift malem, akan sulit nder.. karena klo kamu ternyata ketiduran dan malah gak ngerjain tanggung jawab tugas kamu, bisa jadi buruk utk kamu juga.
Kerja remote utk client luar itu gak selalu freelance yaa!!
Banyak yg masih mikirnya cuma project-based doang.
Bisa full-time, part-time,
bahkan jadi independent contractor juga.
Sekarang gue sadar,
portfolio itu bukan cuma buat “dipajang”.
Tapi buat bikin orang notice kita.
Kalau cuma disimpan rapi,
ya gak akan 'works' buat lo 🔥
Kenapa gak ada yg bahas ini ya?
Banyak orang udah punya portfolio,
tapi tetap gak dapet client.
Masalahnya sering bukan di kualitas…
tapi di cara portfolio itu dipakai.
Gue mulai lihat hasil justru waktu cara pakainya diubah.
Project gue mulai gue pecah jadi konten,
gue share insight-nya,
dan kadang gue kirim langsung ke orang yg gue target.
Dari situ baru mulai ada respon.
Dari kasus yg lagi viral, gue makin yakin...
Di Indo, kerja kreatif cuma dinilai dari “yang keliatan”
Konsep, editing, storytelling? Dianggap bonus, alias GAK DIHARGAI!
Bahkan bisa dinilai 0, persis kek kasus videografer yg lagi viral sekarang.
Akhirnya? Kreator dipaksa murah, ditekan, bahkan bisa dianggap salah cuma karena “terlalu mahal”
Bukan undervalued lagi. Ini beneran salah paham total soal value + jaksa yg gak paham (terlebih penegakan hukum yg gak jelas)
Makanya gue pilih client luar negeri!
Gue mending cabut aslii..
Client luar beneran mau bayar cara mikir kita dan menghargai proses kreatif, bukan cuma output.
Bahkan kalau perform, ada bonus yg nilainya bisa 1-2x gaji umr rata2 (diatas 6jt)
Kata gue sih mending cabut aja deh para pekerja kreatif di indo, kalian tuh sebenernya bagus2 banget tau hasil kerjanya😭
Coba pamerin ke market international, kita usahakan yg memang pantas diperjuangkan!
@KemenperinRI Asu lah!! Sejak kapan proses yg menentukan kualitas akhir dianggap tidak punya nilai ekonomi?
Ini jaksanya pada gak paham, tapi asal nyocot!
Ini alasan kenapa gue lebih pilih kerja bareng client luar negeri, gak mau lagi handle project indo!!!
Client luar negeri lebih menghargai dan mengerti.
Yang mahal itu bukan kameranya, tapi cara mikirnya.
Industri kreatif di Indonesia bukan undervalued lagi.
Tapi salah paham total. Jgn heran klo talent terbaik yg ada di indo cabut semua
Ini salah satu alesan utama gue cabut utk gak mau handle client lokal. Jujur, org2 luar negeri jauh lebih menghargai proses + konsep
Bahkan klo productnya lagi banyak yang sold, kita juga dikasih bonusan wkwkwk