Sebelum Film Paranormal Activity terkenal,
Ada satu film yang pertama kali mempopulerkan film dengan gaya found footage
The Blair Witch Project udah duluan bikin orang bingung ini film atau kejadian beneran.
Modal kamera goyang, gaya found footage, website palsu, sampai poster orang hilang, mereka sukses bikin marketing jadi bagian dari horornya.
Kalau nonton sekarang, masih serem atau udah ketebak?
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
PESTA BABI di University of Sydney.
Film ini membongkar mitos bahwa Australia atau asing ingin Papua merdeka, agar mereka kuasai.
Sebaliknya, sepanjang sejarah, asing sudah cukup senang dengan peran Indonesia sebagai antek yang baik untuk mengeksploitasi Papua bersama mereka.
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
Tiga musim bersama Warrior, itu adalah fase ajaib utk jersey @LFC
Dari musim 12/13 sampai 14/15, sampai akhirnya Warrior "dinonaktifkan" oleh mother brandnya, untuk kemudian kerjasama dg LFC diteruskan bersama New Balance.
Ini thread harusnya dilanjutkan di article, haha, karena akan banyak image jersey, supaya pembaca bisa kebayang. Karena saya sadar, pembacanya luas, dan bukan semuanya merupakan jersey enthusiasts. Jadi image jersey akan sangat membantu.
Tapi gapapa, kita lanjutkan disini saja.
LESGAW!!!
#kultuitjersi ini bukan #jersibagus tapi ini JERSEY AJAIB!
Txttransportasi mengucapkan turut berbelasungkawa atas musibah yang melibatkan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi pada Senin malam, 27 April 2026 🥀
Mari kita doakan yang terbaik untuk para penumpang & kru yang terdampak musibah ini. Semoga keselamatan selalu menyertai kita semua.
Kampus Bukan Pabrik Buruh.
Alasan Kemendikti menutup Prodi yang tidak relevan dengan industri, sekilas terdengar masuk akal. Setiap tahun kampus meluluskan 1,9 juta sarjana, tapi banyak yang kesulitan cari kerja karena kebutuhan lapangan nggak cocok sama latar pendidikan mereka.
Oke, fair. Tapi tunggu dulu.
Masalahnya ada di cara berpikirnya.
Kalau ukuran "relevan" itu cuma seberapa cepat seorang lulusan bisa diserap industri, kita lagi ngurangin makna pendidikan jadi sesuatu yang dangkal banget.
Kampus bukan pabrik buruh. Mahasiswa bukan produk yang akan dipoles untuk "dijual" kepada industri.
Mas Anies Baswedan, yang pernah jadi Menteri Pendidikan, udah ngingetin ini: tujuan pendidikan tinggi bukan sekadar mencetak pekerja bagi industri, tapi menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Kalimat itu bukan omong kosong romantis. Tapi soal siapa kita mau jadi sebagai bangsa.
Coba pikir. Ilmu filsafat kelihatannya "nggak relevan." Tapi justru dari sana lahir cara berpikir kritis yang bikin seseorang bisa adaptasi di industri apapun.
Ilmu sejarah kelihatan mubazir. Padahal tanpa pemahaman sejarah, kebijakan publik kita bakal terus ngulang kesalahan yang sama.
Yang paling mengkhawatirkan: kalau kita terlalu pragmatis soal ini, Indonesia berisiko terjebak jadi bangsa pengguna, bukan pencipta. Kita bakal jago eksekusi, tapi nggak punya kapasitas untuk inovasi dari nol.
Solusinya bukan nutup prodi. Unpad sendiri bilang, evaluasi lebih tepat diarahkan ke pembaruan kurikulum, bukan langsung penutupan.
Pendidikan yang bagus itu justru yang ngajarin orang cara berpikir, bukan cuma apa yang harus dikerjakan.
Karena industri berubah. Keterampilan bisa dipelajari. Tapi kalau fondasi berpikirnya rapuh dari awal, ya susah.
Mari normalisasikan untuk mengutamakan fungsi, bukan gengsi:
• Pakai pakaian yg itu2 aja gapapa
• Gak beli barang branded pun gapapa, selama masih layak dipakai
• Makan di warteg, warung kaki lima, atau bahkan masak sendiri pun gapapa
• Naik motor, naik angkot, atau transum gapapa
• Pakai HP yg udah 2–3 tahun pun gapapa, selama masih lancar buat komunikasi dan kerja
• Liburan ke tempat deket/staycation di rumah gapapa, yg penting bisa quality time
Belajar jg untuk jadi orang yg gak penting, orang lain gak sepeduli itu sama kita
Syarat kerja di dapur MBG tuh ‘bego’ ya?
Pernah kerja jadi HSSE Officer bikin gue gatel banget pengen bahas ini. Let me tell you why this is dangerous, apalagi buat program skala nasional.
Okay, sekarang kembali ke masalah indonesia, ANDRIE YUNUS BUTA! SEKALI LAGI BUTA! Dan petinggi indonesia engga peduli terhadap keselamatan dan lebih memilih bungkam dalam kasus ini.
Setelah Pollycarpus divonis kasus pembunuhan Munir (2004), untuk menyembunyikan sang dalang pengecut, pilot Garuda itu mengaku bekerja sendiri dan motifnya "demi menegakkan NKRI".
Pola ini terulang dalam kasus Novel Baswedan (2017). 2 polisi pelaku mengaku motifnya "sakit hati"
Pernyataan keras dari Feri Amsari: jika negara gagal mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, maka negara bisa dianggap bagian dari kejahatan itu sendiri.