Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
Inspired by https://t.co/OjIvlQbDhO, but for football.
Draft a Premier League XI from random clubs and seasons. Build your team. Simulate the season.
Can you go 38-0?
https://t.co/znFjgOW4Wj
#football#soccer#fifa#premierleague
BIKIN SALAD ENAK TUH ADA CARANYA, SINI AKU KASIH TAU!
SALAD jadi SALAH kalo kamu cuma asal tumpuk daun selada dan sayur segar lainnya lalu disiram saus dressing botolan. Dari awal udah jelas bakal gitu hasilnya, jadi sedih dan membosankan
Sebuah Utas 🥗
Small business hotel in Fukuoka. Breakfast was included but nothing special, just buffet style in a small room.
The first morning I went down, filled my plate, and sat alone. Pretty standard.
The second morning, there was a small note at my table. In English: "Good morning! We noticed you like tamagoyaki. We made extra today. Enjoy!"
I did like tamagoyaki. I got a lot of it yesterday. But didn't realize anyone was paying attention.
Third morning, another note: "Good morning again! The miso soup is especially good today. The chef used a new recipe."
Fourth morning: "Good morning! We hope you slept well. Enjoy your last breakfast with us. Safe travels!"
It was my last day. I hadn't told anyone at the front desk that I was checking out today. They just knew from the reservation.
Went to the front desk to check out. The breakfast server was there. She was the one writing the notes.
I thanked her for them. She looked happy. "You read them? I wasn't sure. Some guests don't notice."
I asked why she did it. She said "breakfast is the same every day. Boring. But if I write a note, maybe breakfast feels special. Maybe the guest remembers this hotel."
She said she writes notes for guests who eat breakfast alone. "Business travelers are always alone. Eating alone is sad. Note makes me feel less alone."
I asked if the hotel asked her to do this. She said "no, that's my idea. I just like making people feel noticed."
I told her it worked. I'd remember this hotel because of her notes.
She smiled. "Good. That is why I do it."
Acara semewah ini byk yg tanya anggaran dari mana?
Jawabannya jelas, pokoknya ada.😂
Satu kementerian melayani rakyat.❌
Satu kementerian melayani satu pejabat.✅
Guys, lu pada tau gak?
Ketua BGN baru aja klarifikasi soal anggaran makan gratis,
tapi jujur ya,
denger penjelasannya
malah bikin gue makin pengen nanya:
Ini Mau Ngasih Makan Anak Sekolah
Atau Mau Buka Toko Elektronik?
Gue beneran gagal paham sama logikanya.
Dia bilang datanya meluruskan tapi buat gue ini mah malah makin bengkok.
Nih, kita pretelin satu-satu biar lu tau yang dia bilang:
1. Laptop 5.000 Unit:
Klarifikasi Dia:
Bukan 32.000 unit kok,
cuma 5.000 unit doang di tahun 2025.
Logika: Woy, Pak! 5.000 unit itu kalau satu laptop harganya 10 juta (standar kantor),
totalnya 50 miliar
Itu baru urusan administrasi doang.
Pertanyaannya:
Ini Badan Gizi atau Call Center?
Emang anak-anak di pelosok kalau laper mau disuapin motherboard?
2. Alat Masak 245 Miliar:
Klarifikasi Dia:
Pagu alat dapur cuma Rp 252 Miliar,
realisasinya Rp 245 Miliar buat 315 titik.
Logikanya:
Berarti satu dapur jatahnya sekitar 780 juta
Lu bayangin,
modal 780 juta cuma buat beli alat masak di satu lokasi?
Itu mah udah bisa buka resto
fine dining di Jakarta Pusat
Rakyat itu pengen liat dapurnya ngebul pake bahan makanan lokal,
bukan liat perabotan dapur seharga mobil mewah yang ujung-ujungnya mungkin cuma dipake buat masak mie instan kalau anggarannya bocor.
3. Bayar EO 113 Miliar
Klarifikasi Dia:
BGN ngaku butuh EO karena internal belum siap.
Logikanya :
Ini paling ngeri.
Lu bikin badan baru
dapet duit triliunan
tapi lu bilang Gue gak siap kerja,
makanya gue sewa orang lain?
Terus gaji lu buat apa?
Rp 113 Miliar cuma buat bayar EO itu pemborosan
Itu duit bisa buat gaji ribuan Ibu-ibu PKK di desa buat masakin anak-anak mereka sendiri.
Kenapa duitnya malah lari ke pengusaha EO di Jakarta?
Bau-bau bagi-bagi jatah proyeknya kenceng banget di sini
4. Drama Kaos Kaki
Klarifikasi Dia:
Itu pengadaan Universitas Pertahanan, bukan BGN.
Logikanya:
Saling lempar tanggung jawab??
klasik Mau Unhan, mau BGN,
itu semua pake DUIT APBN,
duit pajak gue dan lu semua
Publik nanya kenapa program makan gratis ada bau-bau belanja kaos kaki lewat kampus militer?
Jawabannya malah teknis "swakelola".
intinya mah sama aja:
Duit rakyat diputer-puter di antara mereka sendiri sampe kita pusing ngelacaknya
Jangan mau dibego-begoin pake istilah Paguatau Realisasi"
Intinya simpel:
Anggaran makan gratis ini rawan banget lumer di jalan buat beli barang-barang yang gak ada hubungannya sama perut anak sekolah.
Mereka lebih sibuk belanja laptop dan bayar EO daripada mastiin peternak ayam dan petani lokal dapet orderan.
Klarifikasi ini cuma strategi "pemadam kebakaran" biar rakyat bisa tenang sementara, padahal lubang boroknya makin kelihatan.
Gimana menurut lu, Guys?
Masih percaya sama klarifikasi gajelas kayak gini, atau lu ngerasa ada yang lagi pesta pora pake duit makan siang anak-anak?
🚨RESMI!
Kemenkes mengeluarkan aturan "Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji"
Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/Menkese/301/2026
Detailnya:
a. level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua;
b. level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda;
c. level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning;
atau
d. level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah.
Keterangan:
1. Level A merupakan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dibandingkan level B, level B merupakan kandungan gula,
garam, dan lemak yang lebih rendah dari pada level C, dan level C
merupakan kandungan gula, garam, dan lemak lebih rendah dibanding
level D.
2. Level A tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
(bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan), baik melalui penambahan langsung dan/atau ikutan (carry over).
3. Level B hanya dapat menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
alami.
4. Level C dan Level D dapat menggunakan bahan tambahan pangan
pemanis (bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan).
Contoh pencantuman label ada di foto 3.
Pemberlakuan secara WAJIB akan diterapkan 2 tahun dari Kepmenkes ini diterbitkan.
Alhamdulillah lah ya paling tidak ada progress untuk lindungi masyarakat dari bahaya konsumsi Gula Garam Lemak berlebih.
Entah kenapa tweet yang lewat di akun saya ini dialihbahasakan menjadi bahasa Inggris semua. Tapi keren sih, alih bahasanya bagus banget, padahal tweet asli pakai bahasa sehari-hari bukan bahasa baku.
Tautan yang dibagikan pak Anies Baswedan berisi panduan bagi orangtua dan guru
✅ Bagaimana mendidik anak menghindari kejahatan
✅ Bagaimana menciptakan lingkungan yang aman dari kejahatan
✅ Apa yang orangtua perlu ketahui tentang sistem rating video game
Ikut urun rembug soal IGRS boleh ya… Dulu pernah terlibat langsung dalam rapat-rapat inisiasi awal bersama Menkominfo saat kami bertugas di Kemdikbud.
Ada dua pendekatan melindungi anak di konten digital. Pertama, membuat lingkungan “steril” lewat sensor dan pemblokiran. Kedua, membangun “imunitas” pada anak serta keluarga. Pendekatan kekebalan jauh lebih berdampak dan berkelanjutan.
Rating game seharusnya menjadi alat bantu bagi orangtua untuk membangun kekebalan anak dgn melatihnya jadi mandiri dan cakap melindungi diri sendiri, bukan jadi instrumen sensor bagi pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya bekerja sama erat dengan komunitas game. Lebih baik lagi, biarkan komunitas itu sendiri yang menjalankan sepenuhnya dengan difasilitasi pemerintah. Tak perlu berpretensi serba tahu apa yang terbaik bagi setiap segmen masyarakat. Punya wewenang tidak otomatis punya pengetahuan.
IGRS selayaknya jadi alat pemberdayaan, bukan pembatasan. 🙏
——
Sosialisasi ESRB di 2016, saat belum ada IGRS: https://t.co/KE3lc9tkB0
Amsal sitepu: videografer yang dilawan negara
> be Amsal Sitepu
> videografer & pekerja kreatif dari Karo
> dituduh korupsi dana desa 200 juta
> ditahan dan diintimidasi oknum jaksa
> ngelawan balik, hari ini resmi divonis bebas murni
the project
> bikin video profil dokumenter buat 20 desa
> dapet kontrak bikin video profil desa (2020-2022)
> per video dihargai 30 juta (include drone, editing, crew)
> malah dituduh korupsi & markup sama kejaksaan
the "creative" logic
> jaksa nganggep harga video kemahalan
> ada argumen absurd di persidangan: "ide & konsep harusnya GRATIS"
> cuma alat & operasional yang boleh dihitung
the "brownies" incident
> pas lagi ditahan, didatengin oknum jaksa
> dibawain sekotak brownies cokelat
> bukan empati, tapi ngasih ancaman
> disuruh bungkam, "ikuti alurnya, tutup konten"
> diancam bakal "dibenamkan" kalau berani ngelawan
> amsal nolak tunduk, dibongkar semua di pleidoi
the comedy audit
> jaksa klaim negara rugi 202 juta
> di sidang ketahuan yang ngitung bukan BPK atau BPKP
> hitungannya dapet dari nanya staf komdigi
> kocaknya staf ini nggak pernah diperiksa pas penyidikan
> nggak pernah dihadirkan juga di persidangan
> JPU cuma asal comot angka
1 april 2026
> hakim PN medan ketok palu
> dakwaan JPU prematur dan cacat prosedur
> amsal sama sekali tidak terbukti korupsi
> bebas murni, harkat dan martabat wajib dipulihkan