Hi darling @ToniKroos
You spent months criticizing Qatar and talking about every possible issue before and during the 2022 World Cup, yet it turned out to be one of the best-organized tournaments in history. Public transportation was free, fans could travel easily between stadiums some fans saw 4 matches in the stadium in same day, and the overall organization was praised by millions of visitors.
Now, when concerns are being raised about visa delays, strict entry procedures, and travel difficulties surrounding tournaments in the United States, we don't hear the same level of criticism from you. There have also been complaints about organizational decisions and match arrangements that many fans consider unnecessary or difficult, yet your voice is nowhere near as loud as it was when Qatar hosted the World Cup.
If your criticism is truly based on principles, then the same standards should apply to everyone. But when Qatar receives endless criticism while similar concerns elsewhere are met with silence, people are naturally going to question whether your issue was really about organization at all.
Fuck you.
Skema jelas, bisa maksimalkan potensi pemain, retensi permainan dibuat sangat baik. Gue seneng timnas is fun to watch again, tapi di saat yang sama juga kesel karena kenapa kemarin ganti pelatih di saat skuat ini punya potensi sebaik ini. Atau kalaupun ganti, kenapa bukan dengan pelatih yang lebih baik๐
Statement Chatib Basri aka Pak Dede usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Ingat, datangnya bareng DEN yang dipimpin LBP.
Kalau datang bersama keluarga lengkap dengan jas dan dasi biru, baru deh dilantik jadi menteri keuangan (lagi). Benar kan? Hehehe.
Halftime: ๐ฎ๐ฉ 1-0 ๐ฒ๐ฟ
Keliatan kan ya, rank FIFA tu pada dasarnya cuma stats di atas kertas aja
Herdman ball dengan passing-passing pendek & skema yg oke tanpa self-claim tim kepelatihan terbaik. A joy to watch <3
Btw pelatihnya Mozambik ngeri, jujur
Fun fact, saat Piala Dunia Qatar 2022 lalu, byk aktivis yang memprotes soal emisi shuttle flight, pemborosan energi pendingin udara stadion, penggunaan bahan bakar fosil yg masif, dan klaim carbon-neutral oleh FIFA.
Melihat jarak yang sangat jauh yang ditempuh para peserta Piala Dunia 2026 selama perhelatan Piala Dunia, pertanyaannya, apakah bakal ada aktivis yang memprotes hal serupa? Kan tidak mungkin dari West Coast ke East Coast naik EV๐
Kalo ngga ada yg protes, berarti aktivismenya pilih-pilih. Kalo negara barat yg ngelakuin aman-aman aja, kalo negara lain lgsg diprotes.
Tp ngga usah jauh-jauh ke sana deh. Dari fans pun udah berbeda perlakuan. Dulu 2022 byk fans negara Eropa yg boikot dan tidak berangkat ke Qatar karena isu HAM, sementara skrg ngga ada boikot dan pada datang ke AS pdhl AS melakukan kejahatan HAM di Iran dan Palestina.