Arsenal: Terlatih untuk bangkit lagi
Arsenal tercatat 9 kali jadi runner up di kompetisi lokal. Catatannya:
Era Premier League (sejak 1992): 6 kali (1998/99, 1999/00, 2000/01, 2022/23, 2023/24, 2024/25). Lalu, Era Divisi Utama: 3 kali (1925/26, 1931/32, 1972/73).
Bersama Arteta, 3 kali berturut-turut, sebelum akhirnya jadi juara di tahun ini. Di mata saya, itulah kebanggaan tersendiri, ketika sebuah klub menjadi cermin, menjadi panutan. Bahwa di dalam kehidupan, orang yang berani bangkit untuk berjuang lagi, akan mendapatkan kebahagiaan pada saatnya.
Tahun lalu, Arsenal sampai di semifinal. Tahun ini, bermain di laga puncak. Lawannya sama, PSG yang monster itu. Melihat klub saya berani mencoba lagi, bahkan tahun ini tak terkalahkan selama 90 menit, membuat kekalahan ini terasa seperti reminder saja. Bahwa kalau kamu jatuh, pilihanmu adalah bangkit dan berusaha lagi.
Fans Arsenal yang baik. Dunia akan kejam kepadamu. Seharusnya, kita yang paling mampu menghadapi tekanan itu. Pengalaman, penerimaan, dan mentalitas untuk bangkit lagi, kita yang punya.
Malam ini, bersedih kita bersama. Melepaskan semua adrenalin dan kegelisahan. Esok pagi, ketika dunia semakin kejam, kita bisa bilang ke diri sendiri: "We go again. Over land and sea."
Be proud. COYG
Ternyata •kdm• The Scarecrow uda dipersiapkan dari 5 tahun lalu sama sutradaranya, awalnya penulis nolak buat ini setelah dibujuk baru mau, pas uda jadi naskahnya karya ini ditolak lagi berkali-kali, karena sifat kontennya—ceritanya sangat berat dan gelap. Sekarang sukses 🥺👏
Endingnya dinilai kurang memuaskan, sutradara #TheScarecrow bilang kalau mereka emang sengaja gak bikin ending yang melegakan atau penuh balas dendam manis ala drama kriminal pada umumnya.
Karena in real casenya, korban pun gak bener bener mendapat keadilan. Pelaku dan orang orang yang terlibat banyak yang gak dihukum dengan layak, jadi menurut mereka gak masuk akal kalau dramanya tiba tiba kasih ending super memuaskan cuma demi penonton.
Drama ini sendiri terinspirasi dari kasus pembunuhan berantai Hwaseong. Sutradaranya pernah bertemu langsung dengan korban salah tuduh yang dipaksa ngaku sampai dipenjara 20 tahun, juga keluarga korban pembunuhan asli. Setelah ketemu mereka, dia memutuskan bikin drama yang fokus ke luka dan hidup orang orang yang ditinggalkan tragedi itu, bukan sekadar cari sensasi siapa pelakunya.
Makanya di The Scarecrow, rasa sesak dan frustrasinya sengaja dipertahankan sampai akhir. Bahkan awalnya pihak studio dan stasiun TV sempat request minta ending yang lebih sat-set memuaskan, tapi sutradaranya nolak. Dia bilang, "Masa iya penjahatnya tiba-tiba mati kesambar petir atau kecelakaan?"
Kesel kan denger omongan Gi Hwan? Kek seolah-olah bilang, "Ya kebetulan ketemu gue, suasana mendukung yaudah bunuh aja."
ASLINYA LEBIH PARAH DAN NGESELIN. Karakter Gi Hwan ini udah
'lulus sensor'. Pengakuannya ada di artikel di bawah.
#TheScarecrow#TheScarecrowEp11
Sorry karena gw bukan pemerhati EPL, berarti kemarin Fans MU dukung Man City juara ya? Logika nya gimana dukung musuh dalam satu kota juara. Apa misal pas parade juara pas Man City naik bus, Fans MU pada beli kaos biru muda. Untung gak jadi juara 😅
No hate, tapi mau debunk pernyataan “Arsenal gak rame” pake data. Ini data seminggu terakhir Google Trends.
Kenapa masukin Bruno & Xabi karena itu yang di-compare sama beberapa orang di sini. Pure sampling, kalo mau liat data yang lain juga bisa 🙏🏻