Kenapa sekarang narasinya bukan lagi fokus mendukung paslon yang didukung, tapi “memusuhi” yang berbeda pilihan.
Dengan labeling “ternyata dia ga pinter”, “dia pasti di bayar”, dll.
Tapi yaudah mungkin emang gitu jalan yg dipilih untuk memenangkan pilihannya.
Sejauh ini masih bersyukur aku gapunya rasa lebih baik dan lebih pinter daripada temen-temen yg lain. Jadi kalopun liat temen2 pilih 1,2,3 dengan alasan masing-masing ya ga ada niatan untuk menghakimi :)