Guys, ada yang udah tahu belum soal ini? Anggaran buat damkar kabarnya dipangkas, bahkan disebut-sebut dana operasional mereka cuma cukup sampai September 2026.
Yang bikin makin kaget, ternyata untuk beberapa aksi bantuan non-kebakaran, ada petugas yang sampai pakai uang pribadi buat nutup kebutuhan di lapangan.
Gempa skala 7.8 di Mindanao, Filipina bbrp waktu lalu "mengangkat" dasar laut sampai 2 meter dan garis pantai bertambah 200 meter.
Ga jauh dari Mindanao itu Sulawesi.
BRIN (dan stakeholders lain) sudah sering mengingatkan pentingnya adaptasi krn posisi geologis Indonesia. Tapi anggaran BNPB turun 75% tahun ini.
kita gak pernah tau seberapa besar usaha seseorang untuk menerima takdir yang sedang dijalani. at least kalau gak bisa bantu apa2, minimal lisannya dijaga supaya gak jadi alasan bertambahnya luka dihidupnya.
btw ini info sebenernya ngeri, cuma karna kita hidup di negara tropis dan ada nyamuk, jadinya nyamuk di islandia ga bikin kita heran.
buat yang belum tau, dulu islandia tuh gada nyamuknya yagesya, karena iklimnya keras, dan gada genangan air hangat yang dibutuhkan nyamuk buat berkembang biak.
tapi sekarang tuh kondisinya berubah.
islandia menghangat empat kali lebih cepat dari rata-rata belahan bumi utara. malah pas mei 2025, sebagian wilayah islandia mencatat 10 derajat celcius di atas rata-rata. itutuh rekor yang belom pernah terjadi sebelumnya.
yang bikin makin mengkhawatirkan, di eropa, kasus penyakit yang dibawa nyamuk makin meningkat tajam. italia mencatat lebih dari 200 kasus dengue lokal. prancis dan spanyol juga laporin kasus serupa.
prancis loh ya, tahun ini mereka mencatat 500 kasus chikungunya. penyakit yang dulu cuma ada di daerah tropis.
ini masi bahas nyamuk ya, kita gatau ada apa lagi yang "bergeser" sebab global warming.
adegan paling menguras energi di tempat kerja bukan kerjanya, tapi harus bersikap normal dengan orang orang yang sebenernya pengen kita sleding kepalanya
Guys Prabowo baru ngomong sesuatu yang menurut gw perlu digarisbawahi tebal tebal.
Dia mengaku punya data intelijen soal pendana pengamat yang mengkritik pemerintahannya.
Gw mau lo pikir ini baik baik.
Bukan soal benar atau salah kritiknya.
Bukan soal siapa pengamatnya.
Tapi soal apa artinya ketika seorang presiden secara terbuka mengakui bahwa dia memantau dan punya data tentang orang orang yang mengkritik rezimnya.
Di negara demokrasi yang sehat kritik itu bukan ancaman.
Kritik itu fungsi.
Tanpa orang luar yang menilai tidak ada cermin yang jujur untuk pemerintah.
Karena anak buah tidak akan bilang yang sebenarnya. Mereka bilang oke gas oke gas terus. M
ereka angguk terus.
Bukan karena setuju tapi karena itu yang aman untuk dilakukan.
Dan kalau satu satunya orang yang berani bilang ada yang salah justru direspons dengan gw punya data tentang lo dan siapa yang bayar lo maka pertanyaannya bukan lagi soal siapa yang benar. Pertanyaannya adalah apakah orang berikutnya masih mau angkat bicara setelah tahu risikonya.
Ini yang paling berbahaya dari pernyataan itu.
Bukan karena datanya ada atau tidak.
Tapi karena efek intimidasinya nyata terlepas dari apakah datanya valid.
Orang yang tadinya mau ngomong jadi dua kali pikir. Pengamat yang tadinya mau kritis jadi hitung hitung dulu.
Dan pelan pelan ruang kritik menyempit bukan karena dilarang secara resmi tapi karena tidak ada yang mau menanggung risikonya.
Kalau kritiknya salah buktikan dengan data dan argumen yang lebih kuat.
Kalau kritiknya benar introspeksi.
Itu cara demokrasi bekerja.
Bukan dengan sinyal bahwa orang yang mengkritik sedang diawasi dan didata pendananya.
📢 Halo, Kumparan. Biasakan untuk berhenti meromantisasi pemberitaan kasus femisida termasuk percobaan femisida, ya! Framing berita relasi romantis atau riwayat hidup yang dijalani korban akan berpotensi mengaburkan fakta bahwa seorang laki-laki mencoba membunuh perempuan — cont.
Data menunjukkan laki2 rata2 lebih diuntungkan dr pernikahan dibanding perempuan, sementara risiko kekerasan & beban domestik lebih byk ditanggung perempuan. Jd pertanyaannya bukan “cewe bisa kasih apa”, if women can provide for themselves, what makes marriage worth it for them?