- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
BAPAK... BAPAK... BAPAK... Teriakan tangisannya bikin pilu banget.
Barusan gw liat berita, ada seorang bapak di Bali yang diduga nyuri 1 ekor ayam. Dia dihajar massa sampai meninggal. Yang paling nyakitin bukan cuma kabarnya... tapi pas ngeliat anak perempuan satu-satunya, masih kecil, nangis sambil teriak "Bapak... bapak..." waktu jenazah ayahnya diangkat buat dimakamkan. Cuma karena 1 ayam... 1 nyawa melayang.
Meanwhile, yang korupsi ratusan miliar bahkan triliunan, ngerampok hak hidup jutaan orang, malah masih bisa senyum, hidup nyaman, bahkan ada yang dapet perlakuan istimewa. Kadang rasanya hukum paling kejam justru jatuh ke orang yang paling lemah. Entah apa pun dugaan perbuatannya, ga ada yang berhak main hakim sendiri sampai ngilangin nyawa orang.
Bener-bener sakit banget liatnya...
💔💔💔
Gw mau lo baca ini pelan pelan.
Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis.
Sekarang gw mau kita hitung bareng.
Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik.
Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik.
Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah.
Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat.
Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi.
Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program.
Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik.
Mereka tau persis mana yang akan diingat publik.
Dan mana yang akan ditelan diam diam.
Kalau ada orang yang ngediemin lu tanpa tau salah lu dimana bahkan lu ga salah sama sekali, berarti itu pilihan dia, Hargai, dan mirroring, gausah dipikirin karena dunia terlalu ribet buat selalu ngertiin mood orang lain.
stop being childish untuk orang-orang yang suka ngediemin orang tanpa sebab! Ga semua harus ngertiin mood lu, simpan badmood itu sendiri, gausah ngerusak suasana
some people grow with privilege. i grow with pain, pressure, and pure survival mode. rasa takut gagal ada bgt. but, i wasn’t late in life, i was just fighting things you never had to fight. so please don’t compare your timeline with others demi kewarasanmu. buang jauh iri dengki.
🚨🚨🚨🚨🚨🚨🚨🚨🚨 REAL TIME 10.36 PM (WIB) Indonesian police have opened fire on residents of Kwitang, intentionally shutting off electricity and blocking access to TikTok live. PLEASE HEAR US. THE POLICE HAVE STRICTLY ORDERED TO SHOOT THEIR PEOPLE! @UNHumanRights@OHCHRAsia
at his age, he should be working as an ojol driver just to make ends meet—maybe to help with his and his parents' expanses or to pay his family's bills, and still GET KILLED. meanwhile, kids of the same age from those dpr members' families are likely enjoying life as papa and
Apparently it’s a very Indonesian thing to shun people for not “blending in with the masses” from thoughts, interests, etc.
Avoiding cigars cuz they kill? Everyone smokes, it’s a YOU problem now!
Horeg sound making you deaf? The village is okay with it, it’s a YOU problem now!